Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tanggul Lumpur Rawan Jebol, DPRD Sidoarjo Desak Langkah Antisipasi

Diky Putra Sansiri • Senin, 15 Juni 2026 | 12:02 WIB
REMBESAN: Tanggul Lumpur Porong saat ini kondisinya mengkhawatirkan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
REMBESAN: Tanggul Lumpur Porong saat ini kondisinya mengkhawatirkan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Ancaman jebolnya tanggul penahan Lumpur Porong kembali menjadi perhatian serius.

Meningkatnya ketinggian muka air dan lumpur yang mulai mendekati bibir tanggul, ditambah munculnya sejumlah titik rembesan, membuat DPRD Sidoarjo mendesak adanya langkah cepat untuk mencegah bencana yang berpotensi melumpuhkan transportasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Titik 68 Rembes, Ribuan Warga Resah

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, pihaknya akan mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, instansi terkait, serta Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) untuk segera melakukan langkah antisipasi.

Upaya tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui penguatan titik-titik tanggul yang rawan, peninggian tanggul, hingga optimalisasi pengaliran air dan lumpur menuju Sungai Porong guna mengurangi tekanan di dalam area penampungan.

Baca Juga: Lumpur Porong Sidoarjo Nyaris Meluber, Tanggul Ditinggikan, Warga Khawatir Ambles 

“Kalau memang ada beberapa titik tanggul yang kritis, baik di wilayah Kelurahan Siring yang bersebelahan dengan rel kereta api dan Jalan Raya Porong maupun lokasi lainnya, maka harus segera dilakukan penanganan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar,” ujar Abdillah Nasih, Minggu (14/6).

Menurutnya, peningkatan tinggi muka lumpur serta munculnya rembesan menjadi tanda yang harus mendapat perhatian serius. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebocoran hingga jebolnya tanggul.

Baca Juga: Minarak Lapindo Siap Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lumpur Sidoarjo

“Yang kita khawatirkan apabila suatu saat tanggul jebol, dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga bisa melumpuhkan akses transportasi dari dan menuju Sidoarjo melalui Jalan Raya Porong. Jalur kereta api juga berpotensi terdampak,” tegasnya.

Selain penguatan fisik tanggul, DPRD Sidoarjo juga mendorong penerapan sistem peringatan dini atau early warning system berbasis digital di sejumlah titik rawan.

Baca Juga: Pengaliran Lumpur ke Sungai Porong Sidoarjo Berhenti, PPLS Pastikan Kondisi Masih Aman

Sistem tersebut dinilai penting untuk mendeteksi perubahan tekanan lumpur maupun indikasi kerusakan tanggul secara lebih cepat, sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan sebelum terjadi kondisi darurat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, volume air dan lumpur di sejumlah titik, seperti kawasan Kelurahan Siring dan Dusun Sengon, Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, kini terlihat hampir sejajar dengan tinggi tanggul yang ada.

Sementara itu, rembesan air juga dilaporkan muncul di titik 68, tepatnya di perbatasan Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin. Kondisi tersebut kembali membuat warga khawatir, mengingat kawasan tersebut pernah mengalami kejadian amblasnya tanggul beberapa tahun lalu.

Kekhawatiran itu membuat sejumlah warga yang tinggal di sekitar kawasan bawah tanggul melakukan pemantauan secara bergantian, terutama pada malam hari. Mereka khawatir rembesan semakin besar dan memicu kejadian yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, sebagian struktur tanggul penahan lumpur juga mulai mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia. Meski beberapa titik telah dilakukan peninggian, material yang digunakan masih berasal dari endapan lumpur sehingga pengawasan dan evaluasi berkala tetap diperlukan untuk memastikan keamanan tanggul.

DPRD Sidoarjo berharap langkah penguatan dapat segera dilakukan agar tanggul tetap mampu menahan tekanan lumpur dan tidak menimbulkan dampak luas bagi masyarakat maupun jalur vital di sekitar Porong. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Lumpur #Rawan #tanggul #DPRD #Jebol