Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Titik 68 Rembes, Ribuan Warga Resah

Diky Putra Sansiri • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:48 WIB
CEMAS: Rembesan muncul di titik 68 tanggul penahan lumpur Porong di perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
CEMAS: Rembesan muncul di titik 68 tanggul penahan lumpur Porong di perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Rasa waswas kembali menyelimuti warga yang tinggal di kawasan bawah tanggul penahan lumpur Porong di titik 68, perbatasan Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, dan Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin.

Rembesan yang muncul di bagian bawah tanggul sejak sepekan terakhir membuat warga khawatir peristiwa amblasnya tanggul yang pernah terjadi beberapa tahun lalu kembali terulang.

Baca Juga: Lumpur Porong Sidoarjo Nyaris Meluber, Tanggul Ditinggikan, Warga Khawatir Ambles 

Kondisi tersebut membuat sebagian warga sulit tidur nyenyak. Mereka bahkan bergantian melakukan pemantauan lingkungan setiap malam untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Ketua RT 11/RW 2 Desa Gempolsari, Sudarmawan, mengatakan rembesan mulai terlihat sekitar satu minggu lalu. Area yang terdampak diperkirakan mencapai panjang sekitar 100 meter dan sebagian air rembesan bahkan sudah mengalir hingga ke jalan desa.

Baca Juga: Kue Lumpur Khas Sidoarjo Laris Manis Sejak Awal Ramadan

“Kami tidak bisa tidur nyenyak. Hampir setiap malam warga bergantian kontrol lingkungan karena takut terjadi sesuatu saat malam hari,” ujarnya, Jumat (12/6).

Kekhawatiran warga semakin bertambah setelah melihat kondisi kolam penampungan lumpur yang disebut hanya menyisakan jarak sekitar satu meter dari bibir tanggul. Informasi tersebut diketahui dari alat ukur ketinggian air yang berada di area penampungan.

Baca Juga: 20 Tahun Semburan Lumpur Sidoarjo, Penderitaan Warga Gempolsari Soal Air Bersih Belum Berakhir

Menurut Sudarmawan, pihak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) memang telah membuat saluran untuk mengarahkan air rembesan menuju sungai kecil di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut dinilai belum mampu menghilangkan kecemasan warga.

“Memang rembesannya sudah dibuatkan saluran ke sungai kecil. Tetapi kami tetap khawatir karena sungainya sendiri saat ini juga rawan meluber,” katanya.

Baca Juga: Warga Gempolsari Sidoarjo Masih Dihantui Banjir dan Tanah Amblas Dampak Semburan Lumpur

Trauma masa lalu masih membekas di benak warga. Mereka tidak ingin kembali menghadapi ancaman yang sama apabila terjadi kerusakan pada tanggul penahan lumpur tersebut.

Sudarmawan menyebut sedikitnya enam RT yang berada di kawasan bawah tanggul berpotensi terdampak apabila terjadi kegagalan tanggul. Jumlah penduduk di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 jiwa.

“Kalau sampai terjadi sesuatu pada tanggul ini, yang terdampak langsung adalah warga di bawah tanggul. Ada sekitar enam RT dengan jumlah penduduk kurang lebih 1.000 sampai 1.500 jiwa,” tegasnya.

Karena itu, warga berharap PPLS segera mengambil langkah penanganan yang lebih maksimal, termasuk mengurangi volume air dan lumpur di kolam penampungan serta memastikan kondisi tanggul benar-benar aman.

“Kami berharap ada penanganan yang lebih serius dan maksimal. Yang paling penting warga bisa merasa aman dan tidak terus-menerus dihantui rasa waswas,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warrga #Porong #Lumpur #tanggul