Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Lumpur Porong Sidoarjo Nyaris Meluber, Tanggul Ditinggikan, Warga Khawatir Ambles 

radar sidoarjo • Kamis, 11 Juni 2026 | 14:32 WIB
KHAWATIR: Air bercampur lumpur di Porong, Sidoarjo, nyaris sejajar dengan tanggul, Rabu (10/6). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
KHAWATIR: Air bercampur lumpur di Porong, Sidoarjo, nyaris sejajar dengan tanggul, Rabu (10/6). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Volume air dan lumpur di kawasan Lumpur Porong, Sidoarjo, terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut memaksa pengelola melakukan peninggian tanggul secara darurat menggunakan material lumpur agar tidak meluber ke jalan raya.

Sejumlah alat berat tampak bekerja di area tanggul bagian dalam. Lumpur dikeruk lalu ditumpuk di atas tanggul sebagai langkah antisipasi sembari menunggu pengerjaan peninggian tanggul permanen.

Baca Juga: Minarak Lapindo Siap Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lumpur Sidoarjo

Tukang ojek yang sehari-hari beraktivitas di sekitar tanggul, Usmin, mengatakan peninggian sementara itu mulai dilakukan setelah posisi lumpur dan tanggul hampir sejajar.

“Dua minggu yang lalu itu lumpur sama tanggulnya hampir sama. Sebagai antisipasi, lumpur dikeruk dan dinaikkan ke atas tanggul supaya tidak meluber ke jalan raya,” ujar Usmin, Rabu (10/6).

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Desak Lapindo Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lumpur

Menurut Usmin, sebelumnya petugas juga telah melakukan pengukuran untuk rencana peninggian tanggul secara permanen. Ia menyebut bagian yang akan diperkuat berada di sisi bawah tanggul.

“Kalau tidak salah yang akan ditinggikan itu bagian bawahnya sekitar satu meter lagi. Kalau yang atas ini hanya sementara saja,” katanya.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Percepatan Ganti Rugi Lumpur, Sekda Ditunjuk Jadi Ketua

Usmin menambahkan, hingga saat ini material sirtu (pasir dan batu) yang biasanya digunakan untuk pekerjaan konstruksi tanggul belum didatangkan. Karena itu, lumpur dimanfaatkan sebagai solusi sementara untuk menahan luapan.

“Belum ada sirtu yang didatangkan. Mungkin nanti pengerjaannya dibarengkan dengan peninggian tanggul bagian bawah. Jadi sekarang lumpur itu digunakan sebagai antisipasi supaya tidak meluber ke jalan raya,” jelasnya.

Baca Juga: Warga Gempolsari Sidoarjo Masih Dihantui Banjir dan Tanah Amblas Dampak Semburan Lumpur

Sebagai warga yang setiap hari berada di sekitar lokasi, Usmin mengaku tetap menyimpan kekhawatiran terhadap kondisi tanggul. Terlebih, dirinya sering mangkal sebagai tukang ojek di atas tanggul tersebut.

“Ya, sebenarnya khawatir. Apalagi saya sering mangkal di atas tanggul. Takutnya ada tanggul yang ambles atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Usmin menyebut sudah sekitar enam bulan terakhir tidak ada pembuangan lumpur ke Sungai Porong. Yang dilakukan hanya penyedotan air dari kolam penampungan.

“Sudah hampir enam bulan tidak ada pembuangan lumpur. Yang ada hanya airnya saja yang disedot setiap hari,” katanya.

Sementara itu, tukang ojek lainnya, Hartono, membenarkan adanya pekerjaan peninggian tanggul menggunakan material lumpur. Menurut dia, area yang diperkuat berada di tanggul bagian dalam.

“Yang ditinggikan itu tanggul bagian dalam. Yang menggunakan lumpur itu sekitar satu meter tingginya,” ujarnya.

Hartono memperkirakan pekerjaan tersebut telah berlangsung selama beberapa hari dengan panjang area yang ditangani mencapai sekitar 300 meter.

“Panjangnya sekitar 300 meter. Lumpur itu ditambahkan untuk antisipasi supaya tanggul tidak bergerak atau ambles,” jelasnya.

Meski demikian, Hartono menilai kondisi tersebut tetap perlu mendapat perhatian serius, terutama menjelang musim hujan. Ia khawatir material lumpur yang digunakan untuk peninggian sementara dapat kembali tergerus air.

“Kalau musim hujan ya khawatirnya bisa tergerus lagi,” tuturnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #warga #Lumpur #Meluber #kawasan