Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Curah Asmoro Sedati Sidoarjo Suguhkan Sensasi Bak Sungai Amazon dan Ubur-Ubur Jinak

Diky Putra Sansiri • Jumat, 5 Juni 2026 | 17:04 WIB
HIJAU: Keindahan alam Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. (Foto istimewa)
HIJAU: Keindahan alam Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati. (Foto istimewa)

RADAR SIDOARJO - Keindahan alam Curah Asmoro di Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, mulai mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Destinasi wisata yang menawarkan panorama sungai mangrove eksotis serta fenomena ubur-ubur laut jinak ini tengah dipersiapkan menjadi salah satu ikon wisata unggulan di kawasan pesisir timur Sidoarjo.

Baca Juga: Banjir Rob di Sedati Sidoarjo Akibat Mangrove Rusak, Dinas Perikanan Dorong Rehabilitasi

Tak hanya menyuguhkan keindahan alam yang masih asri, Curah Asmoro juga dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata berbasis lingkungan.

Saat ini, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo tengah menyusun kajian komprehensif sebagai langkah awal pengembangan kawasan wisata pesisir timur, termasuk Curah Asmoro.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Bedah Empat Rumah Tak Layak di Pabean Sedati, Siap Direhab Juni

Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Irianto, mengatakan pengembangan wisata pesisir tidak semata-mata bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemerintah daerah saat ini sedang menyusun kajian komprehensif untuk pengembangan kawasan wisata pesisir, termasuk Curah Asmoro. Pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga harus memperhatikan aspek pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Viral Dugaan Money Politic di Pilkades Pabean Sedati Sidoarjo, Ini Kata Bupati Subandi

Harapannya, wisata ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujar Yudhi, Jumat (5/6).

Menurutnya, kawasan pesisir timur Sidoarjo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang berkelanjutan. Karena itu, Disporapar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mulai menyusun berbagai strategi untuk memperkuat sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pembangunan RSUD Sedati Mandek, Ini Kata Bupati Sidoarjo 

“Disporapar bersama OPD terkait sangat konsen terhadap pengembangan wisata pesisir timur Sidoarjo. Tahun ini kami mulai menyusun kajian penguatan pariwisata di kawasan tersebut,” katanya.

Yudhi menegaskan, pengembangan Curah Asmoro membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar potensi wisata tersebut dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Tambak Cemandi, Khoirudin, menyambut positif perhatian yang diberikan Pemkab Sidoarjo terhadap pengembangan wisata Curah Asmoro. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat desa yang selama ini berupaya memperkenalkan potensi wisata lokal kepada publik.

“Dengan adanya dukungan dari Dinas Pariwisata, kami berharap Desa Tambak Cemandi dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan. Potensi yang kami miliki akan terus kami dorong agar semakin dikenal masyarakat luas,” ungkapnya.

Curah Asmoro memiliki daya tarik yang berbeda dibanding destinasi wisata lainnya di Sidoarjo. Pengunjung diajak menyusuri aliran sungai yang dikelilingi hutan mangrove lebat dan alami. Suasana tenang dengan rimbunnya vegetasi mangrove kerap membuat kawasan ini dijuluki memiliki nuansa layaknya sungai di pedalaman Kalimantan, bahkan disebut-sebut menyerupai panorama Sungai Amazon di Amerika Selatan.

Selain menikmati pemandangan alam, wisatawan juga dapat menjumpai berbagai satwa yang hidup di kawasan tersebut, seperti monyet liar dan burung bangau putih yang sering terlihat di sepanjang tepian sungai.

Daya tarik lain yang membuat Curah Asmoro semakin istimewa adalah kemunculan ubur-ubur laut jinak saat air laut pasang. Fenomena unik ini memungkinkan pengunjung melihat dari dekat, bahkan menyentuh ubur-ubur dengan aman. Pengalaman tersebut menjadi wisata edukatif yang jarang ditemukan di destinasi lain.

Dengan kombinasi keindahan alam mangrove, keberagaman satwa liar, dan fenomena ubur-ubur jinak yang langka, Curah Asmoro dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi ikon wisata baru Kabupaten Sidoarjo. Selain menarik wisatawan, pengembangan kawasan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#amazon #asmoro #sensasi #Sungai #Sedati