RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan.
Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo akan membentuk empat tim khusus yang bekerja secara simultan di sejumlah titik terdampak proyek.
Baca Juga: Ini Perkembangan Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo hingga Sekarang
Langkah tersebut dilakukan agar proses pembebasan lahan tidak bertumpu pada satu tim saja, melainkan dikerjakan secara paralel sehingga progres di lapangan bisa berjalan lebih cepat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud menjelaskan, empat tim tersebut akan fokus menangani berbagai area yang terdampak pembangunan flyover, termasuk lahan di kawasan perempatan sisi timur menuju utara dan sisi timur menuju selatan.
Baca Juga: Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo Tunggu Penlok dan Appraisal, Ini Progresnya
"Di samping itu nanti kami akan membentuk tim kecil untuk menangani pembebasan lahan secara simultan. Jadi nanti ada empat area dan empat tim. Tugasnya termasuk membebaskan lahan di perempatan sisi timur ke utara dan sisi timur ke selatan," ujar Makhmud, Kamis (4/6).
Menurut Makhmud, pembentukan beberapa tim sekaligus menjadi strategi untuk mempercepat penyelesaian setiap tahapan pembebasan lahan.
Baca Juga: Wanita Mondar-mandir sebelum Ditemukan Meninggal di Sekitar Flyover Aloha Sidoarjo
Dengan pola tersebut, masing-masing tim dapat fokus pada wilayah dan persoalan yang ditangani tanpa harus menunggu proses di lokasi lain selesai terlebih dahulu.
"Itu yang kami lakukan sehingga polanya bisa lebih cepat," katanya.
Baca Juga: Mahasiswa Jadi Korban Curas di Flyover Trosobo Sidoarjo, Motor Dibawa Kabur Enam Pelaku
Makhmud menambahkan, tim yang dibentuk tidak hanya berasal dari DPUBMSDA. Sesuai arahan Bupati Sidoarjo, pembebasan lahan akan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta unsur kewilayahan.
"Nanti kami tugaskan lintas OPD sesuai arahan Pak Bupati. Contohnya, pembebasan lahan di sana juga akan melibatkan camat yang ada di Gedangan," jelasnya.
Ia mengungkapkan, sejumlah pejabat daerah akan dilibatkan untuk memimpin tim-tim tersebut. Mulai dari asisten daerah hingga perangkat OPD terkait agar proses koordinasi dan pengambilan keputusan bisa berlangsung lebih efektif.
"Tim bisa dipimpin Pak Asisten 2, Asisten 1, saya, dan lainnya. Sehingga nanti saya tetap sebagai ketua tim secara keseluruhan, sementara tim-tim yang ada fokus menangani bidang masing-masing," terangnya.
Setiap tim nantinya bertugas memantau perkembangan pembebasan lahan secara berkala serta melaporkan progres di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan juga terus dilakukan. Salah satunya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang lahannya turut terdampak proyek strategis tersebut.
"Untuk KAI kami sudah melakukan koordinasi dan sudah kami undang juga," ujar Makhmud.
Ia mencontohkan pola kerja serupa pernah diterapkan saat proses pembebasan lahan proyek Flyover Aloha. Saat itu, pendataan dilakukan secara intensif hingga menyentuh warga satu per satu sehingga proses dapat berjalan lebih terukur.
"Waktu Flyover Aloha dulu, saya ditugasi mendata warga satu per satu. Data itu kemudian kami serahkan ke tim. Nah, sekarang konsepnya juga seperti itu, hanya saja pembahasannya tidak menunggu satu proses selesai, tetapi berjalan simultan dengan pembagian tim," ungkapnya.
Diketahui, pembangunan Flyover Gedangan membutuhkan lahan seluas 45.822 meter persegi. Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat diselesaikan paling lambat akhir November 2026. Dengan demikian, pembangunan fisik flyover oleh pemerintah pusat dapat dimulai pada 2027 sesuai jadwal yang telah direncanakan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista