RADAR SIDOARJO - Berhentinya aliran lumpur dan air dari kawasan semburan Lumpur Sidoarjo menuju Sungai Porong dalam beberapa waktu terakhir memunculkan kekhawatiran di kalangan warga yang tinggal di sekitar tanggul penahan lumpur.
Masyarakat khawatir penghentian pengaliran tersebut dapat menyebabkan volume lumpur terus meningkat hingga berpotensi meluber dari area penampungan.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Bentuk Satgas Percepatan Ganti Rugi Lumpur, Sekda Ditunjuk Jadi Ketua
Menanggapi hal itu, Perwakilan Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), William S, memastikan kondisi tanggul maupun kolam penampungan lumpur hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Menurut William, kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan secara nasional turut berdampak terhadap operasional pengaliran lumpur. Selain itu, terdapat persoalan kontraktual yang menyebabkan sebagian kegiatan pengaliran belum dapat berjalan optimal.
Baca Juga: Warga Gempolsari Sidoarjo Masih Dihantui Banjir dan Tanah Amblas Dampak Semburan Lumpur
"Ya, efisiensi memang berdampak. Secara nasional memang ada kebijakan efisiensi yang juga berpengaruh pada operasional," ujarnya, Selasa (2/6).
Meski demikian, William menegaskan PPLS terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi tanggul dan kolam lumpur. Berbagai instrumen pengawasan juga telah dipasang untuk mendeteksi potensi gangguan maupun risiko sejak dini.
Baca Juga: Tabur Bunga di Tanggul, Warga Eks Desa Jatirejo Kenang 19 Tahun Tragedi Lumpur Sidoarjo
Salah satu sistem yang diandalkan adalah Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini yang terpasang di sepanjang tanggul penahan lumpur. Sistem tersebut berfungsi memantau kondisi tanggul secara real time dan memberikan peringatan apabila terjadi situasi yang berpotensi membahayakan.
"Itu sudah kami pasang di seluruh tanggul. Jadi ketika ada kondisi yang kritis, sistem akan memberikan informasi peringatan. Masyarakat juga bisa melihat informasi tersebut melalui website yang tersedia," jelasnya.
Baca Juga: Idul Adha Jadi Momen Reuni Eks Warga Terdampak Lumpur Sidoarjo
Menurut William, keberadaan EWS menjadi bagian penting dari upaya mitigasi risiko yang dilakukan PPLS di tengah keterbatasan operasional saat ini. Dengan sistem tersebut, setiap perubahan kondisi tanggul dapat segera terdeteksi sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain mengandalkan teknologi peringatan dini, petugas juga tetap menjalankan monitoring rutin di seluruh area tanggul dan kolam penampungan lumpur.
Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu panik meski pengaliran lumpur ke Sungai Porong saat ini berkurang.
"Semua masih dalam pengendalian. Kami juga melakukan monitoring rutin setiap waktu," katanya.
William menegaskan, kondisi saat ini masih jauh dari status darurat. PPLS terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh instrumen pengamanan berfungsi dengan baik, terutama untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan saat intensitas hujan masih cukup tinggi.
"Oh tidak, kondisinya masih aman. Semua sudah dilengkapi alat pemantauan dan sistem peringatan yang bisa dilihat langsung di lapangan," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista