RADAR SIDOARJO - Kabar tutupnya mal Ramayana Bungurasih mulai 1 Juni 2026 menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Informasi tersebut diketahui dari unggahan akun resmi Ramayana Bungurasih yang menyampaikan bahwa operasional pusat perbelanjaan tersebut telah berakhir.
Unggahan itu langsung memantik beragam reaksi warganet. Banyak yang mengaku sedih dan menyayangkan penutupan salah satu pusat perbelanjaan yang cukup lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat di kawasan Bungurasih.
Tak sedikit pula yang mengenang momen berbelanja bersama keluarga hingga berburu kebutuhan sekolah di tempat tersebut.
Pantauan di lokasi, aktivitas masih terlihat di dalam area Ramayana Bungurasih meski operasional toko telah dihentikan. Sejumlah pekerja tampak lalu lalang melakukan proses pengemasan barang dagangan.
Selain itu, beberapa pekerja juga terlihat memasang kawat berduri di sekitar area pintu masuk toko. Langkah tersebut diduga sebagai upaya pengamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca penutupan operasional.
Baca Juga: Warga Gempolsari Masih Krisis Air Bersih, Bupati Sidoarjo Siapkan Bantuan Tangki PDAM
Salah seorang pemilik warung kopi di kawasan Ramayana Bungurasih, Nur Rahmawati (52), mengaku sudah mengetahui kabar penutupan tersebut sejak beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kondisi pusat perbelanjaan itu memang sudah tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Viral Dugaan Money Politic di Pilkades Pabean Sedati Sidoarjo, Ini Kata Bupati Subandi
"Memang sudah sepi dibanding dulu. Kalau saya lihat sekitar dua tahun terakhir pengunjungnya terus berkurang. Tidak seramai saat masih menjadi tujuan utama warga untuk belanja," kata Nur saat ditemui, Selasa (3/6).
Perempuan yang telah membuka usaha warung kopi di area tersebut selama kurang lebih 10 tahun itu mengaku memiliki banyak kenangan dengan Ramayana Bungurasih.
Ia masih mengingat masa-masa ketika pusat perbelanjaan itu dipadati pengunjung, terutama saat akhir pekan dan menjelang hari raya.
"Dulu kalau akhir pekan atau menjelang Lebaran ramai sekali. Pedagang kecil seperti saya juga ikut merasakan dampaknya karena banyak pembeli yang mampir," ujarnya.
Nur juga mengaku memperoleh informasi dari sejumlah karyawan bahwa barang-barang yang saat ini masih dikemas rencananya akan dipindahkan ke gerai Ramayana lainnya di wilayah Sidoarjo.
"Menurut cerita beberapa karyawan, barang-barang yang masih ada ini nantinya dibawa ke Ramayana Krian. Mereka sekarang masih proses beres-beres dan pengemasan," tuturnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista