Warga Korban Lumpur Sidoarjo Reuni saat Salat Idul Adha di Sekitar Tanggul

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 15:49 WIB
KHUSYUK: Ratusan warga terdampak lumpur salat Idul Adha di Porong, Sidoarjo, Rabu (27/5).
KHUSYUK: Ratusan warga terdampak lumpur salat Idul Adha di Porong, Sidoarjo, Rabu (27/5).

RADAR SIDOARJO - Ratusan eks warga terdampak lumpur salah Idul Adha di area samping Masjid Nurul Azhar di sekitar tanggul Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Rabu (27/5). Mereka telah lama terpisah sejak tragedi lumpur dua dekade.

Sebagian dari mereka datang dari luar daerah seperti Malang, Pasuruan, hingga berbagai kota lain demi kembali menapak kenangan di tempat yang dulu menjadi kampung halaman mereka sebelum tenggelam akibat semburan lumpur sejak 29 Mei 2006.

Baca Juga: Lumpur Porong Sidoarjo Dua Dekade Tanpa Dokumen Baru, Ini Kata Menteri Lingkungan Hidup

Ketua Yayasan Nurul Azhar Muhammad Masrukh mengatakan, salat Id di kawasan tanggul bukan sekadar agenda ibadah tahunan, melainkan juga menjadi ajang silaturahmi dan reuni bagi para penyintas lumpur Lapindo.

“Betul. Ternyata kita tetap melaksanakan salat Id ini adalah sebagai ajang reuni bagi warga lumpur Lapindo yang dulu tinggal di sini. Mereka sudah terbiasa salat di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momen Reuni Eks Warga Terdampak Lumpur Sidoarjo

Menurut Masrukh, momen tersebut selalu menghadirkan kerinduan tersendiri bagi warga yang dulu tinggal di kawasan Porong sebelum bencana terjadi. Banyak dari mereka kini menetap di luar Sidoarjo, namun tetap menyempatkan diri hadir setiap Idul Adha.

“Kemudian, di sini adalah ajang untuk ketemu. Ada yang dari Malang, kemudian ada yang dari luar Sidoarjo, bahkan luar Porong yang dulu tinggal di sini,” katanya.

Baca Juga: Begini Suasana saat Ratusan Warga Eks Korban Lumpur Sidoarjo Gelar Salat Ied di Tanggul

Tak hanya melaksanakan salat Id, panitia juga menyembelih hewan kurban berupa lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. Hewan kurban tersebut berasal dari para jemaah dan warga terdampak lumpur yang dulu bermukim di sekitar kawasan tersebut.

“Hari ini kita melaksanakan penyembelihan lima ekor sapi dan tiga ekor kambing,” jelas Masrukh.

Ia menambahkan, khusus kambing merupakan titipan dari DAM terkait pelaksanaan hadyu yang tahun ini diperbolehkan dilaksanakan di Indonesia sesuai ketentuan dari KPHU, Kementerian Agama, dan Fatwa Majelis Tarjih.

Daging kurban nantinya dibagikan kepada warga sekitar Porong, jemaah aktif masjid, hingga panitia pelaksana. Mayoritas penerima merupakan warga Porong dan sekitarnya.

“Yang 80 persen penerima adalah warga Porong, karena memang ada beberapa yang masih tinggal di Porong dan sekitar,” ungkapnya.

Bagi para penyintas lumpur, lokasi salat yang berada tepat di depan tanggul menyimpan makna mendalam. Tempat itu menjadi ruang untuk mengenang rumah dan desa yang kini telah hilang tertelan lumpur.

“Alhamdulillah hari ini kita masih bisa melaksanakan Idul Kurban dengan lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. Itu adalah titipan dari jemaah yang dulu sekitar ada di lumpur,” tuturnya.

Masrukh pun mengenang rumah lamanya yang berada tak jauh dari lokasi salat Id tersebut.

“Dulu rumah saya sebelah sini persis,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
reuni tragedi Idul Adha Lumpur tanggul