RADAR SIDOARJO - Harapan baru bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), hingga masyarakat kurang mampu kini hadir di Kabupaten Sidoarjo.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi membuka layanan Omah Therapi-Ku di Jalan Monginsidi, Kelurahan Sidoklumpuk, yang menyediakan terapi gratis bagi warga kurang mampu setiap hari Rabu.
Baca Juga: Wabup Mimik Soroti Gedung Juang 45 Sidoarjo yang Memprihatinkan, Pemkab Siapkan Renovasi
Layanan yang diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menjadi salah satu upaya memperluas akses terapi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan layanan pendampingan tumbuh kembang maupun rehabilitasi.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur (Kadinsos Jatim) Restu Novi Widiani mengatakan, Omah Therapi-Ku tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak binaan UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum kurang mampu yang membutuhkan terapi.
Baca Juga: Wabup: Pemkab Sidoarjo Siap Fasilitasi Marfen Jika Diundang Bertemu Prabowo
“Operasional setiap hari memang untuk anak-anak dalam UPT. Tapi setiap hari Rabu dibuka untuk masyarakat umum, gratis,” kata Restu Novi Widiani.
Menurutnya, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan cukup mendaftar dan memenuhi syarat sebagai keluarga kurang mampu yang masuk desil 1 sampai 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kemensos.
“Ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan dan kurang mampu. Nanti akan dicek dulu apakah masuk desil 1 sampai 5,” jelasnya.
Layanan terapi yang tersedia meliputi fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, terapi sensori integrasi hingga terapi perilaku. Seluruh terapi diberikan tanpa biaya.
Baca Juga: Keluarga dari Kades Buncitan yang Meninggal Dapat Santunan Bulanan dari Pemkab Sidoarjo
“Gratis. Khusus hari Rabu untuk masyarakat umum,” tegasnya.
Saat ini, layanan terapi ditangani tiga terapis profesional yang bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Surakarta. Karena keterbatasan jumlah terapis, kuota pelayanan masyarakat umum masih dibatasi sekitar lima hingga 10 orang per hari.
“Terapisnya baru tiga karena semuanya bersertifikat. Ke depan tentu akan kami tambah lagi,” ujarnya.
Restu menambahkan, sistem pendaftaran ke depan kemungkinan akan dibuat lebih sederhana melalui WhatsApp agar mudah dijangkau masyarakat.
“Mungkin nanti lewat WA khusus untuk memudahkan masyarakat. Karena kalau sistem online penuh, dikhawatirkan tidak semua masyarakat bisa mengakses teknologi,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 50 anak usia 0 hingga 13 tahun yang dibina di UPT PPSAB Sidoarjo. Dari jumlah itu, sebanyak 24 anak membutuhkan terapi rutin.
Antusiasme masyarakat terhadap layanan tersebut juga cukup tinggi. Bahkan, sekitar 20 warga umum sudah mulai mendaftarkan diri sejak layanan diperkenalkan.
“Kami berharap semangat ini terus terjaga sehingga layanan seperti ini bisa berkembang hingga tujuh titik lokasi agar semakin banyak masyarakat yang terjangkau,” tutur Restu.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi hadirnya layanan sosial tersebut dan meminta seluruh pelayan sosial tetap menjaga semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Khofifah juga mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur atas kondisi kehidupan yang dimiliki.
“Kalau hari ini masih bisa naik motor, bersyukurlah karena masih ada yang harus bersepeda jauh. Kalau masih bisa bersepeda, bersyukurlah karena ada yang harus berjalan kaki,” ujarnya.
Menurut Khofifah, rasa syukur menjadi kunci ketenangan hidup dan cara terbaik menikmati nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Jangan terus melihat orang yang lebih berada karena itu membuat hati tidak pernah puas. Allah juga sudah menjanjikan, siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah,” tandasnya.
Sebagai informasi, Omah Therapi-Ku milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui UPT PPSAB Sidoarjo tersebut diresmikan pada Selasa (19/5) sore. Peresmian turut dihadiri Kadinsos Jatim Restu Novi Widiani dan Anggota DPRD Jawa Timur Sriatun. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista