RADAR SIDOARJO - Dampak ledakan tabung besi di PT Great Wall Steel (GWS), Desa Janti, Kecamatan Waru, tak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, tetapi juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Bupati Sidoarjo Subandi memastikan seluruh korban telah mendapatkan perlindungan dan penanganan melalui BPJS.
Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Penyebab Ledakan di PT Great Wall Steele Waru Sidoarjo
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (9/4), Subandi menegaskan bahwa baik korban luka maupun terdampak telah tertangani dengan baik. Selain itu, pihak perusahaan juga telah memberikan santunan kepada korban.
“Alhamdulillah semuanya sudah mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, kurang lebih 600 pegawainya. Penanganan sudah bagus, BPJS sudah semuanya,” ujar Subandi.
Baca Juga: Ledakan di Pabrik Baja Sidoarjo, Serpihan Besi Rusak Lima Rumah Warga
Ledakan yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan besi tua itu menyebabkan serpihan logam terlontar hingga ratusan meter, bahkan mencapai permukiman warga. Sebanyak 11 rumah di tiga desa Wedoro, Janti, dan Kedungrejo dilaporkan mengalami kerusakan.
Menurut Subandi, kejadian tersebut murni merupakan musibah. Ia menyebut korban meninggal dunia disebabkan oleh tertimpa puing-puing hasil ledakan.
“Kejadian itu ada tabung yang di blender, lalu meledak. Yang meninggal itu karena jatuhan puing-puing. Serpihan juga sampai ke luar, mengenai rumah warga,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, telah memastikan seluruh kerusakan dan kebutuhan warga terdampak telah diakomodasi. Korban yang mengalami luka maupun syok juga telah ditangani melalui layanan BPJS.
Baca Juga: Ledakan di PT Great Wall Steel Waru Sidoarjo Tewaskan Satu Orang, Dua Luka-luka, Bukan dari Bom
“Yang sakit juga sudah diurusi semuanya, BPJS sudah bekerja, pihak perusahaan juga sudah memberikan santunan,” imbuhnya.
Baca Juga: Gudang Rongsokan Kaca di Kletek Taman Sidoarjo Terbakar, Ledakan Keras Gegerkan Warga
Meski izin operasional perusahaan dinyatakan lengkap, Subandi tetap mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap program perlindungan tenaga kerja.
Ia menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memastikan seluruh perusahaan mendaftarkan pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
“Kita sudah mengimbau, perusahaan harus semuanya ikut BPJS Ketenagakerjaan. Tenaga kerja ya harus dilindungi, perusahaannya harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menekankan agar program pemerintah tidak diabaikan, sehingga ketika terjadi musibah, perlindungan bagi pekerja sudah siap.
“Jangan sampai nanti program pemerintah diabaikan, kalau kejadian seperti ini yang disalahkan pemerintah. Tugas kita mengawal program ini supaya benar-benar bermanfaat bagi tenaga kerja,” tambahnya.
Dalam peristiwa tersebut, satu korban meninggal dunia diketahui berasal dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Sementara itu, satu korban mengalami luka ringan dan tiga lainnya mengalami syok.
Subandi berharap para korban yang masih dirawat segera pulih, serta korban meninggal mendapatkan tempat terbaik.
“Yang meninggal mudah-mudahan husnul khatimah, yang sakit semoga segera diberikan kesembuhan,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista