Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Ledakan di Pabrik PT Great Wall Steel Waru Sidoarjo Tewaskan Sopir Logistik, Manajemen Tegaskan SOP Keselamatan 

Suryanto • Selasa, 7 April 2026 | 13:14 WIB
ADA KORBAN: Lokasi ledakan di  PT Great Wall Steel pada Senin (6/4) menghebohkan warga.
ADA KORBAN: Lokasi ledakan di PT Great Wall Steel pada Senin (6/4) menghebohkan warga.

RADAR SIDOARJO – Manajemen PT Great Wall Steel memberikan penjelasan terkait insiden ledakan di area pabrik yang menelan korban jiwa.

Korban dipastikan bukan karyawan operasional, melainkan seorang sopir logistik yang tengah beristirahat di area terbuka saat kejadian.

HR General Affair PT Great Wall Steel, Heri Prasetyo, menyampaikan bahwa perusahaan telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja secara ketat. Hal tersebut mencakup sertifikasi ISO serta penerapan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Baca Juga: Ledakan di PT Great Wall Steel Waru Sidoarjo Tewaskan Satu Orang, Dua Luka-luka, Bukan dari Bom

Menurutnya, bahan baku berupa besi tua (scrap) yang berpotensi mengandung zat berbahaya atau tekanan tertentu selalu ditempatkan di area terbuka (scrapyard) guna meminimalkan risiko. 

“Material berisiko kami tempatkan di luar, di scrapyard. Ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya zat tertentu dari suplai besi tua yang belum teridentifikasi, sehingga bisa dipisahkan melalui proses grading,” ujar Heri.

Baca Juga: Ledakan di Waru Sidoarjo saat Pemotongan Besi, Satu Orang Tewas

Saat ledakan terjadi, dua karyawan diketahui berada di lokasi. Namun, keduanya selamat dan tidak mengalami luka serius karena menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai standar K3.

“Dua pekerja di lokasi tidak mengalami dampak separah korban. Kesimpulan awal kami, mereka telah mematuhi prosedur keselamatan,” imbuhnya.

Baca Juga: Ini Penyebab Ledakan di Waru Sidoarjo, Tiga Pekerja Luka-Luka

Terkait korban jiwa, Heri menegaskan bahwa yang bersangkutan merupakan sopir logistik yang tengah menunggu proses bongkar muat. Saat kejadian, korban berada lebih dari 50 meter dari titik ledakan dan posisinya terhalang beberapa kendaraan truk.

“Korban bukan pekerja, melainkan sopir yang sedang beristirahat dan makan. Meski posisinya cukup jauh dan terhalang tiga hingga empat truk, tetap terdampak,” jelasnya.

Baca Juga: Ledakan Keras di Waru Sidoarjo Gegerkan Jagad Maya, Terdengar hingga Surabaya

Manajemen juga memastikan setiap sopir yang memasuki kawasan pabrik wajib mematuhi aturan keselamatan, termasuk mengenakan helm pelindung saat turun dari kendaraan. Perusahaan bahkan menyediakan helm pinjaman bagi sopir yang tidak membawa perlengkapan tersebut.

“Setiap sopir wajib memakai helm safety. Jika tidak membawa, kami sediakan pinjaman melalui petugas keamanan. Ini untuk memastikan keselamatan di area pabrik tetap terjaga,” pungkas Heri. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#sopir #Korban #Ledakan #Pabrik #Tewas