RADAR SIDOARJO - Upaya menggerakkan ekonomi lokal terus dipacu. Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmennya untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kemudahan perizinan hingga optimalisasi program Kredit Usaha Rakyat Daerah (Kurda) berbunga ringan.
Menurutnya, sektor UMKM yang jumlahnya mencapai sekitar 250 ribu di Sidoarjo memiliki potensi besar sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Baca Juga: Bupati Rencanakan Jalan Gajah Mada Sidoarjo Mirip Malioboro, Pusat Kuliner dan UMKM
Karena itu, berbagai kebijakan diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan dan daya saing pelaku usaha.
“Penguatan UMKM harus menjadi perhatian kita bersama. Permudah perizinan dan pastikan pendampingan berjalan dengan baik,” ujar Subandi, Senin (6/4).
Baca Juga: MBG di Sidoarjo Tetap Jalan saat Ramadan, Sajikan Menu Kering Agar Tahan hingga Berbuka
Ia menekankan, proses perizinan bagi pelaku usaha yang ingin mengakses Kurda harus dipermudah dan dipercepat, termasuk melalui peran BPR Delta Artha sebagai lembaga penyalur. Tidak hanya itu, pendampingan juga menjadi kunci agar program subsidi bunga benar-benar tepat sasaran.
“Termasuk optimalisasi subsidi bunga Kurda 0,2 persen agar tepat sasaran,” tambahnya.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Resmikan Dapur SPPG MBG di Prambon, Tekankan Pengawasan Bersama
Dalam kebijakan terbaru, berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 8 Tahun 2025, suku bunga Kurda ditetapkan hanya 2 persen per tahun atau sekitar 0,16 persen per bulan. Angka tersebut merupakan hasil subsidi bunga dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang mencapai delapan hingga sembilan persen.
Melalui program ini, pelaku UMKM dapat mengakses pinjaman dengan plafon hingga Rp 50 juta. Bahkan, untuk pinjaman Rp 5 juta hingga Rp 10 juta, fasilitas kredit diberikan tanpa agunan.
Baca Juga: Cegah Keracunan Program MBG, Dinkes Sidoarjo Perketat Pengawasan
Selain kemudahan akses pembiayaan, Subandi juga mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi digital dan penguatan branding dinilai penting agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Percepatan transformasi digital dan peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi prioritas utama,” tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista