RADAR SIDOARJO – PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk menegaskan komitmennya dalam mengolah limbah menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi. Praktik tersebut bukan hal baru, melainkan telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perusahaan sejak era 1970-an.
Hal itu disampaikan dalam acara Halalbihalal Idul Fitri 1447 H/2026 M bersama insan media di Gedung Serba Guna Tjiwi Kimia, Jalan Raya Surabaya–Mojokerto KM 44, Desa Kramat Temenggung, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan jurnalis dari Sidoarjo dan Mojokerto yang tergabung dalam berbagai organisasi profesi, seperti PWI, IJTI, dan Forwas.
Baca Juga: Silaturahmi ke Sejumlah Kiai, Bupati Sidoarjo Bangun Sinergitas
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat sinergi serta membangun komunikasi yang lebih kuat antara perusahaan dan insan pers. Suasana semakin meriah dengan adanya undian berhadiah bagi para peserta yang hadir.
Public Affair and License Manager Tjiwi Kimia, Beny Haryawan, mengungkapkan bahwa potensi ekonomi dari limbah telah lama menjadi perhatian perusahaan. Bahkan, jauh sebelum tren digital berkembang, inovasi pemanfaatan barang bekas sudah dilakukan.
Baca Juga: Kejar Target PAD, Bupati Sidoarjo Dorong OPD Percepat Digitalisasi Layanan
Ia menyebut, sekitar tahun 2005–2007 pihaknya sempat mengembangkan platform www.barangbekasjadimas.com sebagai wadah pemanfaatan barang bekas. “Saat itu belum banyak yang melirik, tetapi potensinya sudah terlihat,” ujarnya.
Secara historis, Tjiwi Kimia yang berdiri pada 1972 mulai beroperasi pada 1974 sebagai industri kimia dengan memproduksi soda flake untuk kebutuhan penjernihan air. Dua tahun kemudian, perusahaan merambah industri kertas dengan pendekatan inovatif melalui pemanfaatan limbah pertanian.
Baca Juga: Ansor-Pemkab Sidoarjo Perkuat Sinergi, Bupati Subandi: Kunci Sukses Pembangunan Ada di Kolaborasi
Ampas tebu (bagasse) menjadi bahan baku utama yang dipadukan dengan pulp dan kertas bekas untuk menghasilkan kertas putih berkualitas. Praktik ini berlangsung hingga era 1980-an melalui kerja sama dengan sejumlah pabrik gula.
Namun, sejak 1982 perusahaan beralih sepenuhnya menggunakan pulp. Perubahan ini dipicu oleh menurunnya pasokan ampas tebu serta meningkatnya kapasitas mesin produksi yang tidak lagi sebanding dengan ketersediaan bahan baku limbah pertanian.
Baca Juga: Buka Bareng Bupati Subandi dan Tokoh Penting NU, Sinergi Ulama dan Pemerintah Daerah Sidoarjo
“Jika bicara pengelolaan sampah, kami sudah memulainya sejak awal berdiri. Ini bagian dari DNA perusahaan dalam melihat limbah sebagai potensi ekonomi,” tegas Beny.
Hingga kini, komitmen terhadap keberlanjutan dan efisiensi sumber daya tetap menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga daya saing di pasar global, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media.
Beny juga menekankan pentingnya hubungan yang saling menguatkan antara dunia usaha dan media. “Media adalah partner dunia usaha, dan sebaliknya. Ini bentuk persaudaraan yang harus terus dijaga,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diusung, “Komunikasi Berkualitas, Sinergi Harmonis,” mencerminkan kemitraan strategis antara industri dan insan pers.
“Kami berharap momen ini menjadi fondasi untuk membangun komunikasi yang jujur, terbuka, dan produktif antara media dan pelaku industri demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista