RADAR SIDOARJO - Semangat kepedulian pemuda di Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, terasa kuat di bulan Ramadan. Karang Taruna (Kartar) Baruna Abhinaya Desa Boro menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai kepada warga kurang mampu secara door to door, Sabtu (14/3).
Sebanyak 50 warga dari berbagai RT menerima bantuan tersebut. Selain penyaluran bantuan sosial, kegiatan juga dirangkai dengan buka puasa bersama serta silaturahmi antara pemuda dan masyarakat.
Baca Juga: Kenalkan Batik Khas Sidoarjo, Karang Taruna Desa Waru Gelar Workshop Membatik
Ketua Karang Taruna Desa Boro, Hargiawansyah Firman Saifudin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni para pemuda Karang Taruna yang melakukan penggalangan dana secara swadaya.
“Ini murni inisiatif Karang Taruna. Kami melakukan penggalangan dana untuk bantuan sosial dengan tujuan memberikan sedikit bantuan kepada warga kurang mampu di Desa Boro,” ujar Ifud, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Lima Komunitas dan Karang Taruna di Sidoarjo Gunakan Momen Ramadan Perbaiki Fasum Desa
Ia menjelaskan, bantuan diberikan kepada dua warga kurang mampu di setiap RT. Desa Boro sendiri memiliki 25 RT sehingga total penerima bantuan mencapai 50 rumah tangga.
Setiap penerima mendapatkan paket sembako senilai sekitar Rp 100 ribu serta uang tunai Rp 80 ribu.
“Di Desa Boro ada 25 RT, masing-masing RT kami data dua warga yang membutuhkan. Jadi total ada 50 penerima bantuan. Mereka mendapatkan bingkisan sembako sekitar Rp 100 ribu serta uang tunai Rp 80 ribu,” jelasnya.
Baca Juga: Muhdlor Minta Karang Taruna Berikan Gagasan dan Inovasi untuk Sidoarjo
Menurut Ifud, penyaluran bantuan kali ini sengaja dilakukan dengan sistem door to door agar lebih tepat sasaran.
Selama ini, kegiatan Ramadan Karang Taruna biasanya berupa pembagian takjil. Namun tahun ini konsep diubah agar manfaatnya lebih dirasakan oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Biasanya kami membagikan takjil, tapi tahun ini konsepnya kami ubah menjadi bantuan sosial langsung ke rumah warga agar lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia juga menegaskan, dana untuk bantuan sosial tersebut berasal dari penggalangan dana masyarakat yang dilakukan secara door to door oleh anggota Karang Taruna.
Sementara untuk kegiatan buka puasa bersama, pembiayaannya berasal dari iuran para anggota Karang Taruna.
“Dana bantuan sosial ini dari penggalangan dana warga untuk warga. Sedangkan kegiatan buka bersama berasal dari swadaya dan iuran teman-teman Karang Taruna,” jelasnya.
Karang Taruna Desa Boro sendiri memiliki sekitar 70 anggota. Meski tidak semuanya dapat hadir karena berbagai kegiatan Ramadan lainnya, aksi sosial tersebut tetap berjalan dengan semangat kebersamaan.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Satu Aksi Seribu Manfaat.” Ifud menjelaskan, tema itu menggambarkan semangat agar manfaat bantuan dapat dirasakan oleh lebih banyak warga.
“Kalau komunitas lain mungkin memberikan bantuan dengan nominal besar tetapi penerimanya sedikit. Kami lebih memilih agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak orang, meskipun nilainya tidak besar,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya di kalangan pemuda.
“Pesan kami, pemuda jangan pernah berhenti untuk bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista