Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Optimal Selama Libur Lebaran 2026

Vega Dwi Arista • Selasa, 10 Maret 2026 | 14:54 WIB

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito

RADAR SIDOARJO – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan masyarakat kapan pun dan di mana pun, termasuk saat momentum mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan di Indonesia.

Baca Juga: Viral PBI JKN Nonaktif, Warga Sidoarjo Tetap Bisa Berobat, Begini Kata Kepala BPJS Kesehatan

Untuk memastikan layanan administrasi tetap dapat diakses secara langsung, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.

“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah, sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Pujo, Senin (9/3).

Baca Juga: Melalui Rekredensialing, BPJS Kesehatan Pastikan Ketersediaan Obat di Fasilitas Kesehatan Terpenuhi

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik di sejumlah titik strategis. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta JKN selama perjalanan mudik.

Beberapa titik Posko Mudik BPJS Kesehatan antara lain di Pelabuhan Merak (Banten), Terminal Pulo Gebang (Jakarta Timur), Rest Area Tol 88A Cipularang (Purwakarta), Rest Area Tol 166A Cipali (Majalengka), Rest Area Tol 429A Ungaran (Semarang), Rest Area Tol 519A Masaran (Sragen), Terminal Purabaya (Sidoarjo), serta Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar). Posko tersebut beroperasi pada 13–16 Maret 2026.

Baca Juga: Duta Muda BPJS Kesehatan Jadi Semangat Baru dalam Menyukseskan Program JKN

Direktur Kepesertaan Akmal Budi Yulianto menambahkan, peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan digital selama libur Lebaran.

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat mengakses berbagai layanan administrasi secara mandiri, seperti perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Sidoarjo Jelaskan Prinsip Gotong Royong bagi Peserta JKN

Untuk mengecek status keaktifan kepesertaan, peserta juga dapat menggunakan layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 0811-8165-165 maupun Care Center 165.

“Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaannya aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan, sehingga kepesertaan tetap aktif dan layanan kesehatan dapat diakses tanpa hambatan,” jelas Akmal.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan Abdi Kurniawan Purba memastikan peserta JKN tetap bisa mengakses layanan kesehatan meskipun sedang berada di luar daerah domisili.

Apabila puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, peserta tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) lain yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan sedang beroperasi.

Informasi fasilitas kesehatan yang tetap buka selama libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi Aplicares.

BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB). Peserta tetap dapat memperoleh obat kronis di rumah sakit maupun di FKTP sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selain itu, BPJS Kesehatan juga tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Dalam hal terjadi kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama kali akan dijamin oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta. Apabila biaya melebihi nilai tersebut, selisihnya dapat dijamin BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Abdi.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan pelayanan bagi peserta JKN selama libur Lebaran.

Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dan memastikan layanan rawat inap, rawat jalan, hingga layanan cuci darah tetap berjalan.

“Rumah sakit tetap menyediakan layanan selama periode libur Lebaran. Kehadiran Posko Mudik BPJS Kesehatan juga diharapkan semakin meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, menilai momentum Lebaran membutuhkan kesiapan ekstra dari berbagai pihak, termasuk dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan peserta tidak mengalami kendala administratif saat membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kami tentu tidak ingin ada peserta yang tertolak secara administratif ketika mengakses layanan kesehatan. Karena itu masyarakat juga perlu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif sebelum melakukan perjalanan mudik,” kata Tulus.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik, baik fisik maupun mental. Menurutnya, perjalanan mudik sering kali melelahkan sehingga masyarakat perlu beristirahat cukup.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menyebut pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang libur Lebaran 2026.

Analisis tersebut dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan selama arus mudik maupun arus balik.

“Dari berbagai kajian yang dilakukan, faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Karena itu kami mengimbau masyarakat memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh saat mudik,” jelas Sandhi. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#jkn #BPJS #Lebaran #layanan #Kesehatan