Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

DPUBMSDA Sidoarjo Minta Kontraktor Perbaiki Lubang Tepi Betonisasi Jalan Raya Berbek

Diky Putra Sansiri • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:37 WIB

JADI PERHATIAN: Betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
JADI PERHATIAN: Betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Proyek betonisasi Jalan Raya Berbek, Kecamatan Waru, Sidoarjo, sejatinya telah rampung. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum tuntas, seperti saluran air yang tersumbat serta lubang di tepi jalan yang memicu keluhan warga.

Kondisi tersebut langsung ditindaklanjuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, Muhammad Makhmud, dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Dalam sidak tersebut, Makhmud menemukan dua persoalan utama. Pertama, adanya kabel telekomunikasi berukuran besar yang menutup saluran air sehingga aliran air tidak berjalan maksimal. Kedua, bagian tepi betonisasi yang belum diurug dan ditutup, sehingga menyisakan lubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

“Di betonisasi Berbek itu memang ada beberapa hal yang harus dibenahi oleh kontraktor. Saya sampaikan kemarin paling lambat pembenahannya tanggal 28 Februari,” ujar Makhmud, Jumat (5/3).

Ia menjelaskan, kabel tanam milik Telkom menjadi salah satu penyebab terganggunya aliran air di saluran sisi jalan.

“Kabel dari Telkom yang berukuran besar menutup saluran air, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik. Makanya kami koordinasi dengan Telkom agar kabel tersebut dipindahkan sehingga aliran air bisa kembali lancar,” jelasnya.

Selain persoalan kabel, Makhmud juga menyoroti pengurugan di tepi betonisasi yang belum selesai. Menurutnya, setelah proses pengecoran, masih terdapat celah di sisi jalan yang seharusnya segera ditutup.

“Setelah dicor, di tepi-tepi jalan masih ada lubang. Ini harus segera diurug dan ditutup karena cukup membahayakan jika dibiarkan terlalu lama,” katanya.

Akibat pekerjaan yang belum tuntas tersebut, aliran air sempat terganggu dan menimbulkan keluhan dari kepala desa maupun tokoh masyarakat setempat.

“Ada gangguan aliran air, sehingga kontraktor harus bertanggung jawab. Seharusnya ini persoalan sederhana, tapi belum diselesaikan sehingga muncul komplain dari kepala desa dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Makhmud menegaskan pihak kontraktor telah menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan pembenahan tersebut. Perbaikan difokuskan pada penataan kabel yang mengganggu saluran air serta penutupan lubang di tepi jalan.

“Kontraktor sudah sanggup memperbaiki. Pembenahan difokuskan pada kabel yang mengganggu saluran dan lubang di tepi jalan yang berpotensi membahayakan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, persoalan tersebut merupakan dampak lanjutan dari proyek betonisasi Jalan Raya Berbek yang telah selesai dikerjakan. Meski secara umum proyek dinyatakan rampung, Dinas PUBMSDA memastikan seluruh detail teknis yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diselesaikan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Berbek #Kontraktor #lubang #Betonisasi #Waru #Jalan Raya