RADAR SIDOARJO - Wajah Jalan Raya Waru, Sidoarjo, kini berubah drastis. Kawasan yang sebelumnya identik dengan kemacetan akibat pedagang kaki lima (PKL) kembang sekar dan pasar tumpah, kini tampil lebih bersih, tertata, dan asri setelah disulap menjadi taman kota.
Transformasi ini merupakan tindak lanjut penertiban yang dilakukan Satpol PP Sidoarjo. Setelah area dinyatakan steril dari PKL, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo langsung bergerak mempercantik kawasan dengan deretan pot bunga di sepanjang trotoar, mulai dari samping Stasiun Waru hingga tikungan masuk Desa Kureksari.
Plt Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo, Raden Novianto Koesno Adi Putro, mengatakan perubahan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Alhamdulillah Waru sudah jadi taman kota berkat kerja sama dengan DLHK. Sekarang terlihat indah dan tidak kumuh lagi. Sementara ini masih dipasang pot kanvas bunga. Ke depan akan kami usulkan lampu ornamen seperti di kawasan perkotaan,” ujarnya, Selasa (3/3).
Menurutnya, gagasan penataan itu muncul saat ia melakukan patroli di kawasan perbatasan kota. Ia membandingkan kondisi Jalan Ahmad Yani di Surabaya yang sudah tertata rapi dan steril dari PKL.
“Saya lihat di Surabaya, mulai Jalan Ahmad Yani sampai Korem sudah tertata dan steril dari PKL. Sementara Jalan Raya Waru masih terlihat kumuh,” jelasnya.
saBaca Juga: Gelar Razia, Bea Cukai dan Satpol PP Sidoarjo Amankan 60 Ribu Batang Rokok Ilegal
Sebelum penertiban, kemacetan kerap terjadi pada jam sibuk pukul 06.00–09.00. Penyebabnya antara lain PKL bunga, pasar tumpah, serta angkutan umum yang ngetem di badan jalan.
“Jam padat lalu lintas sering macet karena PKL bunga, pasar tumpah, ditambah angkutan umum ngetem. Maka dilakukan penertiban,” tegasnya.
Setelah penertiban, Satpol PP meminta DLHK segera menata taman dan memperbaiki pagar yang rusak agar tidak ada lagi celah bagi PKL untuk kembali berjualan. Rambu larangan sesuai Perda juga dipasang di lokasi.
“Harapannya kawasan ini lebih rapi, estetikanya terlihat, tidak kumuh lagi, dan kemacetan teratasi,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala DLHK Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menjelaskan penataan taman dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kawasan tetap steril pasca penertiban.
“Dishub sudah mengondisikan lalu lintas, Satpol PP menertibkan pedagang. Supaya pedagang tidak kembali, kami dari pertamanan menambah dekorasi di sana,” terangnya.
DLHK menambahkan pot bunga, elemen batu, dan bronjong sebagai pembatas. Ke depan, penataan akan dilakukan bertahap hingga ke arah selatan.
“Fokus awalnya mengurai kemacetan di Simpang Waru. Setelah itu, ke selatan akan ada tambahan penghijauan lagi,” jelasnya.
Ia mengakui penghijauan di kawasan tersebut memiliki keterbatasan karena kondisi lahan yang langsung berbatasan dengan paving blok, sehingga tidak memungkinkan ditanami pohon besar.
“Karena lahannya terbatas, kami beri penutup dengan pot-pot bunga agar lebih hijau dan asri,” pungkasnya.
Kini, Jalan Raya Waru yang sebelumnya semrawut perlahan berubah menjadi ruang kota yang lebih nyaman dipandang dan tertib bagi pengguna jalan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista