RADAR SIDOARJO - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin (16/2) pagi membuat debit Sungai Buntung meluap. Air tak lagi tertampung, sehingga menggenangi sedikitnya lima desa dan satu kelurahan di Kecamatan Taman.
Puluhan rumah warga terendam. Aktivitas masyarakat terganggu, bahkan beberapa bangunan dilaporkan tak lagi layak huni. Ketinggian genangan bervariasi, mulai 5 hingga 30 sentimeter. Hingga Senin siang, air di sejumlah titik belum surut, memicu keresahan warga yang sepekan terakhir terus bergelut dengan banjir.
Kepala Desa Bringinbendo, Soleh Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa banjir dipicu intensitas hujan tinggi dalam durasi cukup lama sehingga Sungai Buntung tidak mampu menampung debit air.
“Hujan lebat dari Minggu malam sampai Senin pagi menyebabkan Sungai Buntung penuh dan meluap. Akibatnya terjadi genangan di sejumlah titik, terutama di wilayah Kecamatan Taman,” ujar Soleh, Senin (16/2).
Menurutnya, banjir di Desa Bringinbendo sudah terjadi sejak satu minggu terakhir. Genangan tercatat di tiga dusun dan belasan RT dengan ketinggian air tertinggi mencapai 30 sentimeter.
Rinciannya, di Dusun Bringinwetan terdapat 47 rumah terdampak. Di Dusun Bringinkulon sebanyak 119 rumah, termasuk Perumahan Beringin Indah, terendam. Sementara di Dusun Bendo, lima rumah kemasukan air.
“Total ada 171 rumah yang terdampak,” paparnya.
Ia menambahkan, genangan setinggi 20–30 sentimeter juga merendam jalan sisi utara Bringinkulon. Adapun sisi selatan relatif aman setelah dilakukan betonisasi jalan. Meski demikian, sejumlah rumah tetap terdampak akibat luapan drainase yang tidak mampu menampung air hujan.
Sementara itu, Camat Taman Ahmad Fauzi menyebutkan ada enam wilayah yang terdampak banjir, yakni Desa Trosobo (RW 2, 4, 5, 6, 7), Desa Kramatjegu (Perumahan Pejaya Anugerah), Desa Tanjungsari, Desa Pertapaan Maduretno, Desa Bringinbendo, serta Kelurahan Ketegan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan dan OPD terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo juga turun tangan. Kepala DPUBMSDA, Muhammad Makhmud, mengatakan pihaknya akan melakukan intervensi untuk mengurangi beban Sungai Buntung.
“Aliran Sungai Buntung akan dipecah ke Sungai Pelayaran dan Sungai Mangetan Kanal Dungus,” terangnya.
Selain itu, dua pompa portable telah dikerahkan untuk mempercepat penyedotan air di lokasi terdampak. Normalisasi drainase di sejumlah titik juga akan dilakukan.
“Kemarin sempat surut, kemudian naik lagi. Kami terus lakukan upaya percepatan penanganan,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista