RADAR SIDOARJO - Jalanan dari Surabaya menuju Sidoarjo menjadi saksi aksi inspiratif ratusan kaki yang bergerak bukan sekadar untuk mengejar keringat. Melainkan untuk membawa harapan bagi dunia pendidikan.
Komunitas lari Kendos Running Crew sukses menggelar ajang bertajuk "Alun to Alun: Asal Kelakun 21K", sebuah kegiatan lari bersama (running together) yang dibalut dengan aksi penggalangan donasi buku dan alat peraga pendidikan, Minggu (8/2).
Dimulai tepat pukul 04.30 dari Alun-alun Surabaya, sebanyak 60 lebih pelari menempuh jarak Half Marathon sejauh 21 kilometer menuju garis finish di Alun-Alun Sidoarjo.
Sepanjang rute, panitia telah menyiapkan stasiun air minum (WS) setiap tiga kilometer guna memastikan keamanan dan kenyamanan peserta.
Anggota Member Kendos Running Crew, Sitta menjelaskan, acara ini awalnya hanya menargetkan 50 peserta, namun antusiasme masyarakat ternyata jauh melampaui ekspektasi.
"Hari ini kegiatannya Run to Kendos (Kentol Mbledos), lari alun-alun to alun-alun. Ini adalah running together yang tujuannya juga ada charity in form of books for school. Semoga selain jadi lebih sehat, ada manfaat buat adik-adik di sekolah supaya mereka lebih cerdas dan rajin baca," ujar Sitta kepada Radar Sidoarjo.
Sitta menambahkan, donasi yang terkumpul mencapai angka jutaan rupiah dalam bentuk alat peraga dan buku.
"Kalau dananya sekitar Rp 3 juta sekian ya, kalau alat peraganya Rp 2,8 juta gitu ya,"* tambahnya.
Meskipun menempuh jarak cukup jauh, penyelenggara memastikan kegiatan ini ramah bagi semua kalangan, termasuk pelari pemula atau yang sering dijuluki "pace keong". Hal ini ditegaskan oleh Celtie, anggota Kendos lainnya.
"Karena memang lari itu tujuannya kan sehat supaya kita merasa fun, harus ada banyak WS-nya dan juga harus banyak sesi foto-fotonya. Ibu-ibu kan paling suka juga," ucapnya.
Sitta menimpali bahwa peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari remaja belasan tahun, mahasiswa, hingga mereka yang berusia hampir 50 tahun.
"Kendos ini salah satu komunitas yang open to everyone. Yang mau larinya masih timik-timik, pace keong, monggo gabung aja enggak usah takut karena ada banyak sweeper yang nunggu di belakang," ajaknya.
Aksi sosial ini mendapat dukungan penuh dari JP Books. Bagi perusahaan penerbitan tersebut, berkolaborasi dengan komunitas lari untuk misi amal adalah pengalaman perdana yang sangat positif.
Manajer Marketing JP Books, Andromeda menyampaikan, pihaknya berkomitmen mendukung sisi material buku yang akan disalurkan ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
"Menarik, karena ini pertama kali tim JP Books kolaborasi sama komunitas lari dan berkaitan dengan charity. Harapannya dengan kolaborasi ini kita bisa membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan dari sisi literasi," kata Andromeda.
Manfaat nyata dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh SLB B-C Siti Hajar, Kecamatan Buduran. Donasi berupa buku dan media ajar dianggap sebagai instrumen vital bagi proses belajar-mengajar bagi siswa berkebutuhan khusus.
Waka Kurikulum SLB B-C Siti Hajar, Mochammad Firman menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif unik dari para pelari ini. Menurutnya, donasi buku dan media ajar ini sangat membantu.
"Karena di SLB lat bantu tersebut sangat membantu proses kegiatan belajar. Ini jembatannya untuk mentransfer ilmu ke anak-anak kita. Semoga menjadi ladang pahala bagi kita semuanya," tutur Firman.
Kegiatan ini membuktikan bahwa olahraga lari tidak hanya bermanfaat bagi fisik pelakunya, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak perubahan sosial dan literasi di masyarakat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista