Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sungai Dam Bono Sedati Gede Sidoarjo Kembali Berbusa, Hasil Uji Lab Belum Keluar

Diky Putra Sansiri • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:40 WIB
MERESAHKAN: Sungai Dam Bono Sedati Gede Sidoarjo berbusa. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MERESAHKAN: Sungai Dam Bono Sedati Gede Sidoarjo berbusa. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Aliran Sungai Dam Bono di Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali berbusa putih pekat menyerupai air sabun, hingga menutup permukaan sungai, sementara sejumlah ikan ditemukan mati mengambang di sekitar dam.

Fenomena ini kembali memicu keresahan warga yang khawatir sungai tercemar limbah berbahaya. Kemunculan busa kali ini terjadi sejak Selasa (27/1) pagi. Meski tidak disertai bau menyengat seperti kejadian sepekan sebelumnya, jumlah busa justru dilaporkan jauh lebih banyak.

Warga setempat, Kiki mengatakan, busa kembali muncul secara tiba-tiba dan menutupi aliran sungai.

“Busanya mulai ada sejak Selasa pagi. Kalau yang minggu lalu itu baunya menyengat, tapi yang sekarang ini tidak berbau. Tapi jumlahnya justru lebih banyak,” ujar Kiki, Rabu (28/1).

Selain busa, temuan ikan mati di sekitar Dam Bono kian menguatkan dugaan adanya pencemaran lingkungan. Warga khawatir dampaknya tidak hanya merusak ekosistem sungai, tetapi juga membahayakan kesehatan masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Bono untuk aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Tenaga Pekarya dan Operasional Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Syaipul, menilai kemunculan busa tersebut tidak wajar. Ia menduga kuat busa berasal dari pembuangan limbah industri di sepanjang bantaran sungai.

“Kalau busanya seperti ini jelas tidak lazim. Busanya terlalu banyak, kemungkinan besar berasal dari pembuangan limbah pabrik,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Sungai Bono merupakan aliran panjang yang melintasi beberapa wilayah.

“Sungai ini mengalir dari Kecamatan Krian, lalu ke Taman, Gedangan, Sedati, dan akhirnya bermuara ke laut. Kalau tercemar, dampaknya bisa meluas,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo Arif Mulyono menyatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan melakukan pemeriksaan. DLHK mengambil tiga sampel air dari tiga titik Sungai Bono untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga: Sungai di Dam Bono Sedati Gede Sidoarjo Berbusa, Bau Menyengat dan Ikan Mabuk

“Sampai saat ini kami masih belum mengetahui kandungan maupun unsur yang terdapat dalam sampel air yang kami ambil dari tiga titik di Sungai Bono pada Senin (19/1) lalu. Kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” jelas Arif.

Arif menyayangkan masih adanya pihak yang diduga membuang limbah sembarangan ke sungai. Menurutnya, tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

“Kami tidak akan mentoleransi aktivitas pembuangan limbah sembarangan. Busa sebelumnya sudah menyebabkan banyak ikan mati dan menimbulkan bau tidak sedap," tuturnya.

Ia menegaskan, jika dibiarkan, hal ini bisa merusak ekosistem sungai dan membahayakan kesehatan masyarakat. Ia memastikan, DLHK akan menindak tegas pelaku pencemaran, termasuk perusahaan, jika terbukti melakukan pembuangan limbah secara ilegal.

“Jika hasil uji laboratorium sudah keluar, kami akan segera melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memiliki unsur dan kandungan limbah yang sama dengan sampel air tersebut. Jika terbukti, akan langsung kami berikan sanksi,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, fenomena busa putih di Sungai Bono juga terjadi pada Senin (19/1) dan sempat viral di media sosial. Saat itu, busa pekat disertai aroma menyengat menutupi aliran sungai dari Dam Bono hingga ke arah utara, mengganggu aktivitas warga sekitar. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Sungai #Sedati #dam #limbah #busa