RADAR SIDOARJO - Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Sidoarjo terus digenjot. Salah satunya melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dikolaborasikan oleh SMPN 1 Porong, SMPN 2 Porong, dan SMPN 3 Porong.
Kegiatan ini mengusung tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Tata Kelola Sekolah dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan untuk Guru dan Tendik”.
Workshop PKB tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, M.Pd, di Gedung PCNU Sidoarjo, Rabu (14/1).
Tirto Adi menegaskan, peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan merupakan kebutuhan mutlak di tengah dinamika pendidikan yang terus berkembang.
"Ini adalah upaya untuk meng-upgrade kompetensi guru. Guru harus full kompetensi, supaya tidak sampai terjadi malpraktik dalam pembelajaran,” tegas Tirto, Rabu (14/1).
Menurutnya, guru dituntut siap secara profesional dalam mendampingi peserta didik. Salah satu langkah strategis yang konsisten dilakukan Pemkab Sidoarjo adalah melalui pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) atau Continuous Professional Development.
“PKB ini menjadi keunggulan Kabupaten Sidoarjo dibanding daerah lain. Kita sering diundang kementerian untuk sharing praktik baik, bagaimana Sidoarjo bisa menggerakkan pelatihan kompetensi guru secara masif,” jelasnya.
Tirto juga menyinggung regulasi daerah yang menjadi fondasi kuat peningkatan mutu pendidikan. Ia menyebut Peraturan Bupati Nomor 32 Tahun 2024 sebagai revisi dari Perbup Nomor 38 Tahun 2013.
"Empat belas tahun lalu kita sudah punya regulasi itu. Alhamdulillah, banyak prestasi yang diukir Sidoarjo. Karena kami yakin, dari guru-guru yang berdaya akan lahir anak-anak yang berprestasi,” ujarnya.
Namun demikian, Tirto menekankan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada tataran teori semata.
“Harapan saya jangan berhenti di pelatihan. Yang paling penting adalah implementasi. Jika workshop seimbang dengan pelaksanaannya, dampaknya pasti positif,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Porong, Al Hadi, M.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan PKB ini menyasar seluruh tenaga pendidikan, tidak hanya guru.
“Ini adalah workshop PKB untuk semua tenaga pendidikan, bukan guru saja. Kami berkolaborasi di Kecamatan Porong, melibatkan SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Porong,” terangnya.
Ia menambahkan, materi pelatihan difokuskan pada pembelajaran mendalam serta tata kelola sekolah, agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.
“Pembelajaran mendalam dan tata kelola ini penting agar tenaga pendidikan bisa meningkatkan pelayanan. Tujuannya jelas, meningkatkan mutu dan prestasi pendidikan di sekolah,” katanya.
Al Hadi mengibaratkan pelatihan bagi tenaga pendidik seperti mengisi ulang daya ponsel.
“Semua pekerja sama perlu dilatih terus, di-charge ibarat HP. Regulasi selalu berubah, maka guru dan tendik juga harus terus belajar dan berbagi,” ungkapnya.
Ia optimistis, dampak pelatihan ini akan dirasakan langsung oleh sekolah, peserta didik, hingga masyarakat.
“Pelayanan meningkat, kompetensi bapak ibu meningkat, dan dampaknya ke murid semakin baik. Pelayanan kepada orang tua dan stakeholder juga semakin optimal,” tandasnya. (nas/dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista