RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berencana mengembangkan kawasan wisata mangrove sebagai destinasi ekowisata baru di wilayah pesisir. Penataan awal direncanakan berada di Kecamatan Sedati, tepatnya di Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi.
Tahap awal pengembangan difokuskan pada pembangunan akses jalan menuju kawasan wisata mangrove tersebut. Saat ini, Pemkab Sidoarjo telah memulai proses persiapan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan menuju lokasi.
Akses jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dari jalan utama dengan lebar direncanakan mencapai 25 meter. Sebagian trase jalan tersebut melintasi lahan milik TNI Angkatan Laut (AL).
Untuk itu, Bupati Sidoarjo Subandi juga telah melakukan kunjungan dan koordinasi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V Surabaya, Kamis (8/1). Dalam kunjungan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) Sidoarjo M Bachruni Aryawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Chusnul Inayah, serta Kabag Hukum Setda Sidoarjo Komang Rai Warmawan.
Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto bersama Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi.
Bupati Subandi menjelaskan, pengembangan wisata mangrove di wilayah timur Sidoarjo menjadi salah satu upaya mendorong potensi ekonomi dan pelestarian lingkungan pesisir. Saat ini, kebutuhan utama adalah penyediaan akses jalan menuju kawasan tersebut.
“Rencana kami akan membangun wisata mangrove di wilayah timur. Untuk akses jalan, kami membutuhkan lahan milik TNI AL sekitar 20 x120 meter,” ujar Subandi.
Menanggapi rencana tersebut, Dankodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto menyambut baik pengembangan kawasan wisata mangrove. Ia menyarankan agar rencana pemanfaatan lahan TNI AL dibahas lebih lanjut secara teknis dengan jajaran terkait.
“Untuk rencana jangka panjang pengembangan mangrove, dapat dibicarakan lebih lanjut dengan Asisten Logistik Kodaeral V,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkim CKTR Sidoarjo, M. Bachruni Aryawan, menjelaskan bahwa penataan awal kawasan wisata mangrove difokuskan di pesisir Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. Ke depan, pengembangan kawasan akan diperluas hingga pesisir selatan Sidoarjo.
“Rencananya kawasan wisata mangrove akan membentang sepanjang kurang lebih 33 kilometer, mulai dari pesisir Kecamatan Sedati hingga Kecamatan Jabon, dengan lebar kawasan sekitar 1 kilometer,” jelas Bachruni.
Pengembangan kawasan wisata mangrove ini diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan baru di Sidoarjo sekaligus mendukung pelestarian ekosistem pesisir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista