Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Angka Perceraian di Sidoarjo Masih Tinggi Sepanjang 2025, Ini Penyebabnya

Suryanto • Rabu, 31 Desember 2025 | 15:43 WIB
Ilustrasi angka perceraian di Sidoarjo. (AI/RADAR SIDOARJO)
Ilustrasi angka perceraian di Sidoarjo. (AI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo mencatat angka perceraian di Kabupaten Sidoarjo masih tergolong tinggi sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data akhir tahun, perkara cerai gugat tetap mendominasi dibandingkan cerai talak, dengan penyebab utama perceraian berasal dari perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus.

Sepanjang 2025, PA Sidoarjo mencatat 3.481 perkara cerai gugat, termasuk sisa perkara dari tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 439 perkara dicabut, 2.682 perkara telah diputus, dan 360 perkara masih tersisa hingga akhir tahun.

“Perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus masih menjadi faktor dominan penyebab perceraian di Kabupaten Sidoarjo sepanjang tahun 2025,” ujar Panitera Muda Hukum PA Sidoarjo, Bayu Endragupta.

Dari total perkara cerai gugat yang telah diputus, 2.591 perkara dikabulkan, sementara sisanya berakhir dengan putusan ditolak, tidak diterima, digugurkan, atau damai.

PA Sidoarjo juga mencatat tingginya pemanfaatan layanan e-Court, yakni mencapai 93,4 persen untuk perkara cerai gugat.

“Sebagian besar perkara yang masuk menunjukkan konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama dan sulit didamaikan, sehingga perceraian menjadi pilihan terakhir bagi para pihak,” imbuh Bayu.

Sementara itu, perkara cerai talak di PA Sidoarjo sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.196 perkara. Dari jumlah tersebut, 869 perkara telah diputus, dengan 817 perkara dikabulkan, serta 134 perkara masih tersisa di akhir tahun. Tingkat penggunaan layanan e-Court pada perkara cerai talak mencapai 94,1 persen.

Secara keseluruhan, PA Sidoarjo mengabulkan sebanyak 3.408 perkara perceraian sepanjang tahun 2025. Selain faktor perselisihan dan pertengkaran, penyebab lain perceraian meliputi meninggalkan salah satu pihak, praktik poligami, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pengadilan #angka #cerai #Agama #tinggi