RADAR SIDOARJO - Proyek betonisasi Jalan Desa Tambaksawah–Tambakrejo, Kecamatan Waru, menjadi sorotan Bupati Sidoarjo Subandi.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Subandi menemukan adanya deviasi pekerjaan sekitar 22 persen, padahal sisa masa kontrak hanya tinggal beberapa hari.
Deviasi tersebut terutama terjadi pada pengerjaan jembatan, yang belum rampung sepenuhnya. Kondisi cuaca dan pergantian pekerjaan dua jembatan disebut menjadi salah satu kendala keterlambatan.
“Tadi kita temukan deviasi kurang lebih 22 persen, cuma memang kendalanya di jembatan,” ujar Subandi, Senin (29/12).
Meski demikian, Subandi masih optimistis proyek tersebut dapat segera diselesaikan dengan percepatan kerja. Ia menilai hambatan yang tersisa relatif kecil dan masih bisa dikejar dengan sistem lembur.
“Kalau kita lihat tadi di Tambaksawah, Insyaallah dengan waktu satu mingguan bisa selesai. Jembatannya tadi sudah hampir rampung. Mudah-mudahan ada lembur supaya cepat selesai,” jelasnya.
Subandi menegaskan, secara umum tidak ada kendala besar pada proyek betonisasi di Tambaksawah. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini hanyalah komitmen percepatan dari pihak kontraktor.
“Saya pikir di Tambaksawah tidak ada hambatan yang berat, tinggal percepatan saja. Mestinya sudah berakhir,” tegasnya.
Lebih jauh, Subandi mengaku prihatin karena deviasi pekerjaan kerap terjadi di berbagai proyek infrastruktur sepanjang tahun 2025. Kondisi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi serius bagi Pemkab Sidoarjo ke depan.
“Kasihan kalau tiap pekerjaan selalu ada deviasi. Ini jadi koreksi ke depan. Jangan cuma dikasih proyek, tapi tanggung jawabnya kurang, kualitasnya juga tidak bagus,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi ini akan menjadi dasar pembenahan sistem pengadaan dan pengawasan proyek pada tahun anggaran 2026.
“Hampir kegiatan tahun 2025 ini deviasi semua. Nah, ini jadi koreksi kita untuk tahun 2026, supaya ke depan pekerjaan bisa tepat waktu dan kualitasnya benar-benar terjaga,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista