RADAR SIDOARJO - Proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, kembali menuai keluhan. Padahal, proyek yang sempat hampir empat bulan memicu kemacetan itu baru dibuka untuk umum sejak Jumat (26/12). Namun, kondisi aspal di atas jembatan justru terlihat retak dan rusak di sejumlah titik.
Harapan pengguna jalan untuk menikmati kelancaran jalur Mojokerto–Surabaya berubah menjadi rasa waswas. Berdasarkan pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, kualitas permukaan aspal dinilai jauh dari ideal. Aspal tampak retak, terkelupas, bahkan hancur di beberapa bagian, sehingga kendaraan harus melintas dengan kecepatan rendah.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Retakan serta permukaan jalan yang tidak rata berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir dan memicu kecelakaan.
Mandor proyek pelebaran jembatan, Agung, mengaku kebingungan melihat kondisi aspal yang cepat mengalami kerusakan. Ia menyebut pembukaan jalan terpaksa dilakukan saat aspal belum sepenuhnya kering.
“Saya sendiri juga bingung, Mas. Aspalnya masih belum kering, tapi langsung dibuka,” ujar Agung, Minggu (28/12).
Meski demikian, Agung memastikan pihak kontraktor tidak tinggal diam. Ia mengatakan perbaikan akan tetap dilakukan, meskipun baru dapat direalisasikan setelah pergantian tahun.
“Setelah tahun baru akan kami perbaiki lagi. Untuk sementara, kami buka dulu supaya arus kendaraan tetap lancar,” tambahnya.
Keluhan juga disampaikan salah seorang pengendara, Aries. Ia mengaku tidak nyaman melintasi jembatan yang baru saja dibuka tersebut karena kondisi aspal yang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
“Aspalnya hampir amblas dan retak. Baru sebentar dibuka sudah menganga,” keluhnya.
Sebagai informasi, jembatan di sisi barat Flyover Trosobo sebelumnya hanya memiliki lebar sekitar dua meter. Kini, jembatan tersebut telah diperlebar menjadi enam meter guna menampung volume kendaraan yang terus meningkat, sekaligus mendukung upaya penanggulangan banjir di kawasan sekitar.
Namun, kondisi aspal yang sudah rusak sejak hari-hari awal pembukaan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak terkait untuk segera ditangani. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista