Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Banjir Sepekan Tak Surut, Tujuh Desa di Tanggulangin dan Tiga Desa di Candi Sidoarjo Masih Terendam

Diky Putra Sansiri • Jumat, 26 Desember 2025 | 22:03 WIB
RESAH: Banjir yang terjadi di wilayah Tanggulangin dan Candi, Sidoarjo, masih belum surut.
RESAH: Banjir yang terjadi di wilayah Tanggulangin dan Candi, Sidoarjo, masih belum surut.

RADAR SIDOARJO - Banjir yang melanda wilayah selatan Kabupaten Sidoarjo belum juga surut meski telah berlangsung selama sepekan. Hingga Jumat (26/12), genangan air masih mengepung 10 desa yang tersebar di Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Candi.

Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, puluhan rumah dan fasilitas umum terendam, bahkan sebagian rumah dilaporkan tak lagi layak huni sambil menunggu air benar-benar surut.

Ketinggian air bervariasi, mulai dari lima hingga 30 sentimeter atau hampir setinggi lutut orang dewasa. Selain merusak perabot rumah tangga dan kendaraan, genangan air yang tak kunjung surut juga memicu keresahan warga.

Humas BPBD Sidoarjo, Yoli Wisnu, menjelaskan bahwa banjir dipicu hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (20/12) lalu.

“Debit air sungai meningkat drastis dan tidak mampu tertampung, diperparah dengan kondisi air laut yang sedang pasang,” ujar Yoli, Jumat (26/12).

Di Kecamatan Candi, banjir merendam tiga desa, yakni Desa Kendalpecabean, Kalipecabean, dan Balonggabus. Di Desa Kendalpecabean, genangan terjadi di sejumlah RT dengan ketinggian air berkisar antara lima hingga 20 sentimeter. Beberapa kawasan perumahan, seperti Perumahan Green Residence, juga terdampak dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter.

Sementara itu, di Kecamatan Tanggulangin, banjir terpantau cukup parah di Desa Kedungbanteng. Di sejumlah titik, ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Selain Kedungbanteng, desa lain yang masih tergenang meliputi Banjarasri, Banjarpanji, Kalitengah, Kalidawir, Boro, dan Ngaban.

“Untuk Kecamatan Tanggulangin, di Desa Kedungbanteng pada beberapa RT ketinggian air mencapai 30 sentimeter,” jelas Yoli.

Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD Sidoarjo telah mendistribusikan bantuan air bersih dengan mengisi tandon di Desa Banjarasri dan Kedungbanteng, masing-masing sebanyak dua tandon berkapasitas 3.300 liter.

BPBD Sidoarjo juga menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen, monitoring, serta pengukuran genangan. Koordinasi dilakukan dengan Dinas PUBMSDA, pemerintah desa, dan pihak kecamatan terkait.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo, Sabino Mariano, menambahkan bahwa hingga Jumat (26/12) kondisi banjir masih dalam tahap asesmen.

“Untuk hari ini, ketinggian air masih kami lakukan asesmen,” katanya.

Secara keseluruhan, terdapat tujuh desa di Kecamatan Tanggulangin yang masih terendam, yakni Kalidawir, Kedungbanteng, Banjarasri, Banjarpanji, Kalitengah, Boro, dan Ngaban. Sedangkan di Kecamatan Candi, banjir masih menggenangi Desa Kalipecabean, Kendalpecabean, dan Balonggabus.

Menurut Sabino, wilayah di Kecamatan Candi yang berada dalam satu hamparan dengan Desa Boro juga mengalami genangan cukup tinggi. Penyebab utamanya masih sama, yakni aliran sungai yang tidak mampu menampung debit air pascahujan, ditambah pengaruh pasang air laut.

“Pompa di kawasan timur Tanggulangin terus kami aktifkan untuk mengurangi debit air di permukiman. Kami berharap cuaca bersahabat dalam beberapa hari ke depan agar genangan bisa segera surut,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Banjir #Candi #Tanggulangin #surut #terendam