RADAR SIDOARJO - Komitmen mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat terus ditunjukkan oleh Bank Jatim. Bank Jatim Cabang Sidoarjo memberikan bantuan satu unit sepeda motor operasional kepada RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Senin (22/12). Kendaraan tersebut akan digunakan khusus untuk mendukung layanan pengantaran katering gizi bagi pasien.
Pimpinan Bank Jatim Cabang Sidoarjo, Suyatno mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud sinergi berkelanjutan antara Bank Jatim dan RSUD RT Notopuro Sidoarjo yang selama ini telah terjalin erat sebagai bagian dari Pemerintah Daerah.
“Bank Jatim dengan RSUD RT Notopuro sudah bermitra lama. RSUD ini merupakan bagian dari BUMD dan juga bagian dari Pemda. Jadi sudah menjadi kewajiban kami untuk saling mendukung pelayanan publik,” ujar Suyatno kepada Radar Sidoarjo.
Menurut Suyatno, motor tersebut akan dimanfaatkan untuk mengantar katering makanan bergizi kepada pasien, khususnya pasien yang membutuhkan pengaturan diet khusus setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Nanti motor ini digunakan untuk pengantaran katering gizi kepada pasien-pasien RSUD RT Notopuro.
Harapannya bisa benar-benar bermanfaat bagi pasien yang membutuhkan layanan makanan bergizi sesuai kebutuhannya,” katanya.Ia menambahkan, dukungan Bank Jatim juga dalam bentuk layanan perbankan. Saat ini, Bank Jatim telah memberikan fasilitas kredit untuk pembangunan gedung, kantor fungsional, hingga ATM di lingkungan rumah sakit.
“Kami sangat mendukung operasional RSUD karena rumah sakit ini menjadi bagian penting dari layanan kesehatan masyarakat Sidoarjo. Ke depan, harapan kami di tahun 2026 bisa menambah satu unit lagi agar pengantaran katering tidak hanya mengandalkan satu motor,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo, dr Atok Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan Bank Jatim. Ia menegaskan, sepeda motor tersebut sangat dibutuhkan oleh Instalasi Gizi rumah sakit untuk mendukung layanan katering gizi bagi pasien.
“Motor ini sangat membantu teman-teman di instalasi gizi. Biasanya kami mengirim kebutuhan gizi khusus, seperti untuk pasien diabetes dan hipertensi, ke rumah-rumah pasien setelah mereka menjalani perawatan,” jelas dr Atok.
Menurutnya, layanan katering gizi tersebut sangat dibutuhkan oleh pasien yang masih memerlukan pengaturan pola makan meski sudah kembali ke rumah.
“Selama ini sebenarnya sudah ada satu kendaraan, tapi kondisinya sudah lama dan memang sudah waktunya diganti. Motor dari Bank Jatim ini sekarang menjadi kendaraan utama, sedangkan yang lama kami jadikan cadangan kalau kebutuhannya sedang banyak,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan seperti ini sangat mendukung peningkatan kinerja rumah sakit sekaligus kenyamanan pasien.
“Intinya sangat membantu pelayanan rumah sakit. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut, saling menguntungkan, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista