RADAR SIDOARJO - Pihak kontraktor pelaksanaan proyek crossing saluran air di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, menargetkan rampung pada Sabtu, 20 Desember 2025 paling cepat.
Pengerjaan proyek molor, sehingga diperpanjang dari waktu yang sebelumnya telah ditentukan.
Proyek crossing saluran air yang sempat menuai keluhan akibat keterlambatan kini diklaim telah mencapai progres 80 persen. Koordinator Pelaksana I proyek tersebut, Agung menyampaikan, secara teknis pekerjaan utama sudah hampir tuntas.
Proses pengecoran serta konstruksi bagian bawah saluran telah selesai dikerjakan. Namun, sejumlah kendala di lapangan membuat penyelesaian proyek belum bisa dipercepat secara signifikan.
“Untuk pengecoran sudah selesai, bagian bawah juga sudah selesai. Tapi tanggul tanah yang bagian aspal itu jebol,” ujar Agung, Senin (15/12).
Menurutnya, jebolnya tanggul tanah yang terhubung dengan badan aspal memaksa pihak kontraktor melakukan penanganan tambahan. Dampaknya, aliran air sempat meluap dan menyebabkan genangan cukup tinggi di kawasan pemukiman sekitar.
“Air sempat naik hampir setengah meter dan menggenangi perumahan, termasuk di wilayah Citra Harmoni dan sekitarnya. Makanya rencana kami menata total bagian pelimpahan air, baru setelah itu satu hari kami tutup bagian depan,” jelasnya.
Selain persoalan teknis, faktor cuaca menjadi tantangan terbesar dalam proses percepatan pekerjaan. Agung menyebut, hujan dengan durasi singkat saja dapat langsung meningkatkan debit air secara drastis.
“Kalau satu hari ini nggak hujan, kita aman kerja. Tapi hujan setengah jam saja, air sudah hampir di atas Double U-Box. Kedalaman DUB itu sekitar 4,5 meter, air sungai bisa naik sampai 3 meter,” ungkapnya.
Dengan progres yang telah mencapai 80 persen dan seluruh peralatan utama sudah terpasang, Agung optimistis proyek crossing tersebut bisa diselesaikan sesuai target.
“Kalau kondisi cuaca mendukung, paling cepat tanggal 20 Desember 2025 sudah selesai,” pungkasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tetap mencatat keterlambatan proyek sebagai bahan evaluasi. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista