RADAR SIDOARJO - Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun yang dilaporkan tenggelam di Kalimas, Dusun Jrebeng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, akhirnya ditemukan, Rabu (10/12) siang.
Korban, Ferdinand Junior Ilot, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, berjarak empat kilometer dari lokasi tenggelam. Tepatnya di Kalimas, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik.
Jasad pelajar ini dievakuasi ke Rumah Sakit Anwar Medika, Balongbendo, kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Sidomulyo untuk dikebumikan.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Krian AKP Galih Putra Samodra, membenarkan bahwa korban yang dilaporkan tenggelam pada Sabtu (6/12) siang di Kalimas, Desa Sidomulyo, telah ditemukan.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 11.35," ujar AKP Galih ke Radar Sidoarjo.
Menurutnya, jenazah korban ditemukan mengapung berjarak empat kilometer meter dari lokasi tenggelam. Saat ini, jenazah masih berada di rumah sakit.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Sidoarjo Sabino Mariano mengatakan, pencarian oleh tim SAR gabungan dilakukan menggunakan beberapa perahu karet. Tim melakukan penyisiran hingga radius 10-15 kilometer dari lokasi awal tenggelam.
Selain itu, tim SAR gabungan yang dikomando oleh Basarnas juga melakukan pencarian dengan teknik penyelaman untuk mencari keberadaan korban.
Setelah proses pencarian dilakukan selama lima hari, akhirnya korban berhasil ditemukan. Meski pada saat itu, arus deras melanda aliran sungai, tim SAR gabungan berkerja dengan fokus dan maksimal.
"Alhamdulillah korban akhirnya ditemukan. Terimakasih kepada seluruh tim kemanusiaan yang terlibat. Kami imbau masyarakat agar selalu berhati-hati di sekitar sungai, terutama saat debit air sedang tinggi," pungkasnya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban awalnya bersama tiga rekannya mencari kijing (kerang air tawar) di sekitar sungai yang berada di perbatasan wilayah Sidoarjo–Gresik. Usai mencari kijing, mereka kemudian mandi dan berenang di tepi sungai.
Namun, korban yang diketahui tidak pandai berenang diduga kelelahan dan mulai kesulitan melawan arus. Teman-temannya sempat berusaha menolong dengan menarik korban ke tepi sungai dan menyodorkan sebatang bambu agar bisa berpegangan. Sayangnya, derasnya arus membuat korban terlepas dan hanyut terbawa arus Kali Mas. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista