Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Harga Cabai Rawit di Sidoarjo Melonjak, Penjualan di Pasar Porong Anjlok

Diky Putra Sansiri • Minggu, 7 Desember 2025 | 19:33 WIB
MELONJAK: Pedagang cabai di Pasar Porong, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MELONJAK: Pedagang cabai di Pasar Porong, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kenaikan harga cabai dan sayuran di Pasar Baru Porong, Sidoarjo, dalam sepekan terakhir membuat suasana pasar mendingin.

Bukan karena pasokan melimpah, melainkan karena pembeli menurun drastis akibat harga yang terus merangkak naik, dipicu cuaca buruk dan pasokan petani yang berkurang.

Lonjakan paling terasa terjadi pada cabai rawit. Sri Wahyuni, salah satu pedagang, mengungkapkan, harga cabai rawit kualitas baik kini menembus Rp 100 ribu per kilogram.

“Sekarang cabai rawit bagus sudah Rp 100 ribu per kilo. Dari tengkulak saja sebelumnya sekitar Rp 95 ribu. Naiknya mulai lima hari lalu dan cepat sekali,” ujar Sri, Minggu (7/12).

Menurutnya, stok cabai dari petani menipis karena faktor cuaca, sehingga pasokan ke pasar ikut berkurang. Kondisi itu mendorong harga naik signifikan.

“Stok dari petani berkurang karena cuaca buruk, jadi barang di pasar juga sedikit,” tambahnya.

Tak hanya cabai rawit, cabai merah besar juga ikut melonjak. Dari semula Rp 35 ribu per kilogram, kini dijual seharga Rp 50 ribu per kilogram.

Sejumlah komoditas lain ikut terdongkrak, seperti wortel yang melonjak dari Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram, serta bawang merah yang naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

Kondisi ini memaksa Sri mengurangi jumlah kulakan secara drastis. Jika biasanya ia membeli 15 hingga 35 kilogram cabai rawit per hari, kini hanya berani mengambil sekitar lima kilogram.

“Pembeli turun. Yang biasanya beli setengah kilo sampai satu kilo, sekarang cuma beli satu ons,” ungkapnya.

Hal serupa dirasakan Ida Nursanti, pedagang bumbu dapur di pasar yang sama. Ia menyebut kenaikan harga cabai rawit sudah terjadi sejak sepekan terakhir dengan lonjakan yang sangat tajam.

“Cabai naiknya tajam banget. Tapi pembeli malah sepi. Banyak yang pindah ke cabai jenis lain atau ambil yang kualitasnya lebih rendah,” kata perempuan berusia 44 tahun itu.

Ia mengaku tak berani menambah stok karena khawatir barang tidak laku Dampak kenaikan harga tak hanya dirasakan pedagang pasar, tetapi juga pelaku usaha kuliner.

Sugito, penjual bakso di kawasan Porong, mengaku terpaksa mengubah bahan bakunya demi menekan biaya produksi.

“Cabai rawit segar terlalu mahal. Sekarang saya pakai cabai kering karena harganya lebih miring,” tutur pria 42 tahun itu.

Para pedagang memperkirakan harga cabai dan sayuran masih berpotensi naik apabila cuaca buruk terus berlanjut dan pasokan dari petani belum stabil. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #Pasar #Harga #Sayuran #Cabai