RADAR SIDOARJO - Warga Desa Banjarasri, Tanggulangin mengaku sudah bosan dengan banjir yang selalu datang setiap tahun. Mereka ingin ada penanganan serius agar kondisi tersebut tidak terus berulang.
Warga Banjarasri, Irul mengatakan, Desa Kedungbanteng dan Banjarasru memiliki kontur cekung sehingga rawan tergenang. Karena itu perlu adanya penambahan pompa.
"Tentunya perlu ditambah pompa, apalagi pompa yang ada di Desa Banjarsari sering mati-matian," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (25/11).
Menurutnya, selama ini pompa pengendali banjir bahkan terpaksa memakai blower sewaan dari warga. Dia juga meminta agar sungai di Desa Banjarasri diperlebar dan ditinggikan, karena kondisinya sudah tidak mampu menampung debit air yang besar.
Irul mengeluhkan nasib warga yang selalu menjadi korban banjir tiap akhir tahun. Dia berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka panjang agar persoalan ini tidak terus berulang.
"Harus ada penanganan yang lebih serius, masa kami setiap tahun begini terus," ujarnya.
Camat Tanggulangin, Sabino Mariano menyampaikan, update sementara terdapat tujuh desa yang terdampak banjir. Ketujyh desa itu antara lain Penatarsewu, Banjarpanji, Banjarasri, Kedungbanteng, Sentul, Gempolsari dan Kalidawir.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut terjadi hampir setiap tahun, terutama memasuki akhir November hingga Desember. Pihaknya juga pun sudah menginstruksikan seluruh rumah pompa untuk diaktifkan sebagai langkah awal penanganan.
"Saat ini proses penanganan banjir masih terus berjalan di lapangan, kami akan memberikan update berkala sesuai perkembangan situasi," terangnya.
Jika intensitas hujan kembali meningkat, Sabino akan mengusulkan langkah lanjutan ke pemerintah daerah. Usulan itu mulai dari penetapan status siaga hingga darurat tergantung kondisi kebencanaan di lapangan.
"Kemungkinan, posko banjir juga bisa kami buka seperti tahun sebelumnya, tapi kami menyesuaikan skala kejadianya dan warga yang terdampak," pungkasnya.
Di Tanggulangin, genangan paling tinggi tercatat di Desa Kedungbanteng yang terdampak hampir di seluruh RT, mulai RT 01 hingga RT 09. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 10 sampai 40 sentimeter.
Desa Gempolsari dan Penatarsewu juga tergenang di sejumlah titik. Genangan di Gempolsari berada di RT 8, 9, 11, 12, 13, 14 dan 15 dengan tinggi air 10 sampai 30 sentimeter. Sementara di Penatarsewu tergenang di enam RT dengan ketinggian lima hingga 15 sentimeter.
Di Banjarasri, banjir terjadi di RT 01 hingga RT 12 dan menjadi salah satu desa dengan sebaran paling luas. Air di beberapa titik dilaporkan mencapai 40 sentimeter dan menghambat aktivitas warga.
Genangan juga ditemukan di Kalidawir, Banjarpanji, dan Sentul dengan kondisi yang bervariasi. Tiga desa itu mencatat ketinggian air antara lima hingga 20 sentimeter dan tersebar di beberapa RT. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista