RADAR SIDOARJO - Penemuan mayat seorang pria di tepi parit, Jalan Raya Arteri Porong, Desa Kesambi, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jumat (7/11) pagi, menggemparkan warga. Korban diketahui bernama M Muchdor Amin.
Pria berusia 56 tahun itu merupakan warga RT 12/RW 04, Jalan Pemuda, Kelurahan Juwet Kenongo, Kecamatan Porong itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa, tubuhnya tergeletak di tepi parit.
Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian lengkap, celana levis biru serta kaos abu-abu. Selain itu, ditemukan topi warna hitam di atas korban dan dompet kulit berisi KTP, SIM A dan C, ATM BCA, kartu KIS dan sejumlah uang tunai.
Kejadian bermula saat salah seorang warga bernama Markama, keluar dari warung untuk berolahraga pagi sekitar pukul 05.00. Ketika melintasi Jalan Arteri Porong arah Surabaya, wanita itu melihat sesosok mayat yang tergeletak di tepi parit.
Melihat hal itu, Markama segera melaporkan ke suaminya Doni Sunaryo, suaminya melapor ke Ketua RT Agus Sunaryo dan diteruskan ke Polsek Porong.
Tidak selang lama, Tim Inafis Polresta Sidoarjo bersama Unit Reskrim Polsek Porong tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Dari hasil olah TKP, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Nampak korban mengeluarkan darah pada telinga sebelah kiri dan ditemukan luka lecet pada tangan kanan.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Porong AKP Anak Agung Gede Putra Wisnawa mengatakan, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong Sidoarjo untuk dilakukan otopsi.
Menurutnya, penyebab kematian akan terungkap setelah dilakukan otopsi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat berpamitan keluar dari rumah untuk naik ojek online (ojol) ke daerah Candi, pada Kamis (6/11) sore.
"Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang. Korban keluar rumah naik ojol. Namun, setelah itu tidak ada kabar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," tuturnya.
Menurut dia, kasus ini tengah dalam penyelidikan lebih lanjut. "Benar, masih kita selidiki," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista