RADAR SIDOARJO - Produk hasil karya narapidana dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas. Karena itu, Lapas Kelas IIA Sidoarjo atau biasa dikenal dengan Lapas Delta, didorong untuk tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga penguatan promosi dan pemasaran produk unggulan warga binaannya melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Yulius Sahruzah, saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Lapas Kelas IIA Sidoarjo.
Yulius menegaskan pentingnya penerapan konsep “satu Lapas, satu produk unggulan” yang dikembangkan secara berkelanjutan dan memiliki daya saing di pasar.
"Lapas harus fokus mengembangkan satu produk unggulan secara maksimal. Produk itu harus dikemas dengan baik, memiliki izin usaha, dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Yulius, Rabu (5/11).
Menurutnya, hasil karya narapidana di berbagai Lapas sudah menunjukkan kemajuan yang membanggakan. Beberapa produk bahkan telah memiliki kemasan menarik, sertifikat, dan izin usaha yang sah.
Karena itu, langkah selanjutnya adalah memperluas jangkauan pemasaran agar masyarakat lebih mengenal karya tangan narapidana.
“Kami mendorong agar hasil karya warga binaan dipasarkan lebih luas dengan melibatkan influencer serta menjalin kerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM)," tegasnya.
Menurutnya, dengan begitu, produk buatan narapidana bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan dikenal masyarakat luas. Selain itu, petugas juga diminta untuk memperhatikan dengan cermat ketentuan terkait penjaminan WBP, masa pidana, serta mekanisme pembinaan sesuai regulasi yang berlaku.
Yulius menambahkan, melalui sinergi antara pembinaan, inovasi produk, dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan karya warga binaan tak hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga jembatan menuju kemandirian ekonomi setelah bebas nanti. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista