RADAR SIDOARJO – Iuran yang dibayarkan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan fondasi serta demi keberlangsungan program ini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo, Munaqib mengatakan bahwa seluruh peserta seyogyanya sudah menerapkan prinsip gotong royong, dimana iuran dari peserta yang sehat, akan digunakan oleh peserta yang sakit, sehingga keberlangsungan program ini tetap berjalan.
“Pada prinsipnya, seluruh peserta JKN ini sudah bergotong royong dalam pembiayaan pelayanan kesehatan melalui iuran yang dibayarkan setiap bulannya. Untuk iuran yang dibayarkan oleh peserta yang sehat, akan digunakan oleh peserta yang sakit. Sehingga, program ini bisa terus berjalan dan saling berkesinambungan,” ucap Munaqib pada Kamis (16/10) di Sidoarjo.
Ia menegaskan bahwa iuran yang dibayarkan oleh peserta merupakan hak peserta yang mana nantinya akan menjadi biaya pengobatan untuk peserta yang sakit.
Selain itu, ada juga pembayaran kapitasi untuk Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang mana pembiayaan tersebut diluar dari pembiayaan pelayanan kesehatan.
“Kapitasi ini adalah pembayaran yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada FKTP sesuai dengan jumlah peserta terdaftar di FKTP tersebut dikalikan tarif sesuai dengan jenis FKTP nya, jadi kapitasi itu pendapatan FKTP diluar dari pelayanan kesehatan. Kami setiap bulan akan membayar kapitasi tersebut sesuai dengan jumlah dan juga aturan yang berlaku,” jelasnya.
Munaqib mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari semua segmen yang sudah membayar iuran rutin setiap bulannya.
Karena iuran yang dibayarkan merupakan kontribusi dalam menjaga keberlangsungan program JKN.
“Kontribusi terbesar adalah pembayaran iuran yang dibayarkan setiap bulannya oleh peserta dari semua segmen. Terima kasih banyak untuk semua pihak yang terus mendukung program JKN,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengajak kepada peserta dari segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang memiliki tunggakan iuran untuk segera dibayarkan, agar status kepesertaannya selalu aktif dan tidak khawatir saat sakit.
Peserta juga akan terhindar dari denda layanan saat mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit.
“Agar tidak ada denda layanan saat mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan status kepesertaannya non aktif, saya berpesan kepada seluruh peserta agar rutin membayar iuran setiap bulannya. Peserta juga bisa memanfaatkan fitur autodebit agar lebih tenang dalam pembayaran iuran,” ajaknya.
Sementara itu, peserta PBPU asal Sidoarjo, Mumus Mulyadi (30) mengatakan bahwa dirinya merasa tenang karena sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan rutin membayar iuran setiap bulannya melalui autodebit.
Menurutnya, dengan memanfaatkan fitur autodebit, dirinya sudah tidak khawatir lupa membayar iuran setiap bulannya.
“Setiap bulannya saya sudah tidak perlu khawatir kalau iuran JKN nya tidak terbayarkan, karena saya sudah menggunakan fitur autodebit dan saya tinggal pastikan bahwa di rekeningnya memiliki saldo yang cukup. Saya rasa, walaupun JKN ini belum pernah saya gunakan, tapi iuran yang saya bayarkan bisa digunakan oleh peserta lainnya yang membutuhkan dan saat kita membutuhkan pelayanan kesehatan, kepesertaan JKN nya sudah aktif dan saya tidak khawatir lagi,” kata Mumus.
Ia bercerita bahwa Program JKN sudah banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dari segi finansialnya. Dengan besarnya biaya perawatan di rumah sakit, tanpa adanya JKN tentunya akan sangat memberatkan masyarakat.
“JKN ini adalah solusi untuk seluruh masyarakat Indonesia karena, seluruh biaya pengobatannya pasti ditanggung asalkan sesuai dengan indikasi medis. Itu tentunya akan membuat masyarakat bisa lebih tenang,” bebernya.
Sebagai penutup, Mumus mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang sudah menyelenggarakan Program JKN dengan sangat baik, sehingga banyak masyarakat yang terbantu ketika mendapatkan pelayanan kesehatan.
Ia berharap bahwa Program JKN bisa terus berjalan dan berdampingan dengan masyarakat.
“Iuran yang dibayarkan menjadi prinsip gotong royong yang terus dijalakan oleh Program JKN. Oleh karena itu, jangan lupa bayar iuran setiap bulannya ya,” tutupnya. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista