RADAR SIDOARJO - Upaya tanpa henti tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali membuahkan hasil.
Satu lagi jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, berhasil teridentifikasi.
Kabiddokes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengungkapkan hasil terbaru itu dalam konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Sabtu (11/10) malam.
Hingga saat ini, total korban yang telah berhasil diidentifikasi mencapai 51 orang dari 67 kantong jenazah yang diterima.
“Dari 67 kantong jenazah yang kami terima, saat ini sudah ada 51 korban yang berhasil kami identifikasi. Masih ada 13 kantong jenazah lagi yang sedang kami cocokkan datanya,” ujar Khusnan.
Satu jenazah terbaru yang teridentifikasi diketahui bernama Muhammad Ridwan Sahari, 14, santri asal Bendul Merisi, Surabaya.
Identitas Ridwan dipastikan melalui pemeriksaan DNA dan pencocokan data medis gigi yang sesuai dengan data ante mortem dari keluarga.
Ia menjelaskan, proses identifikasi korban dilakukan menggunakan beberapa metode ilmiah, antara lain analisis DNA, pemeriksaan sidik jari, dan data medis gigi.
Menurutnya, ketelitian menjadi hal utama karena banyak jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh.
“Proses identifikasi tidak bisa dilakukan secara terburu-buru karena sebagian besar jenazah mengalami kerusakan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Tim kami bekerja dengan sangat hati-hati agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Dari total 67 kantong jenazah yang diterima tim DVI, data ante mortem yang masuk dari pihak keluarga berjumlah 63 laporan kehilangan.
Artinya, masih ada 12 laporan kehilangan yang belum teridentifikasi, serta 13 kantong jenazah yang masih dalam proses pencocokan.
“Proses identifikasi ini memang membutuhkan waktu karena kondisi sampel yang kurang baik. Namun kami berkomitmen menuntaskan semuanya agar keluarga korban mendapatkan kepastian,” pungkasnya.
Tragedi ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sidoarjo. Meski demikian, tim DVI Polda Jatim memastikan akan terus bekerja hingga seluruh korban teridentifikasi dengan pasti. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista