RADAR SIDOARJO - Biddokkes Polda Jatim menyiapkan Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya dan RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk membantu proses identifikasi korban meninggal dunia akibat ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Kusnan Marzuki menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut. Ia meminta keluarga korban yang belum ditemukan agar segera melapor ke pos ante mortem dengan membawa data pribadi korban.
“Data yang dibutuhkan antara lain foto, KTP, serta sidik jari yang biasanya ada pada ijazah,” jelasnya, Kamis (2/10).
Kusnan menambahkan, selain di RS Siti Hajar Sidoarjo, pihaknya menyiapkan fasilitas di RS Bhayangkara Surabaya yang dilengkapi ruang pendingin dan sudah berpengalaman menangani identifikasi massal, termasuk kasus jatuhnya pesawat Air Asia.
“Kalau korban banyak, kami juga siapkan RS Bhayangkara Polri di Porong, Sidoarjo. Seluruh tim sudah kami bentuk sejak kemarin, tiap fase ada dua tim. Total empat tim, bahkan bisa bertambah menjadi delapan, dengan minimal empat personel tiap tim,” ujarnya.
Hingga kini, sudah ada 63 warga yang melapor ke posko ante mortem. “Data ini akan terus berkembang. Mudah-mudahan jumlah korban tidak sebanyak itu, kita berdoa agar lebih banyak yang selamat,” harap Kusnan.
Ia menjelaskan, proses identifikasi jenazah akan menggunakan metode primer, yaitu mencocokkan gigi dan sidik jari korban. Jika data primer tidak tersedia, tim DVI akan menggunakan data sekunder.
“Data sekunder bisa berupa ciri-ciri khusus yang dikenali keluarga, misalnya tanda lahir, tahi lalat, atau perhiasan yang dipakai korban. Semua informasi itu sangat penting untuk memastikan identitas jenazah,” terangnya. (rus/vga)
Editor : Vega Dwi Arista