RADAR SIDOARJO - RSI Siti Hajar menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien korban terbanyak. Total ada 52 pasien yang sempat dibawa ke rumah sakit tersebut sejak awal kejadian.
Wakil Direktur Pelayanan Medis RSI Siti Hajar, dr Andiani mengatakan, saat ini masih ada delapan pasien yang menjalani perawatan intensif. Dari jumlah tersebut, empat pasien menjalani operasi dan empat lainnya tidak.
“Sejak awal langsung dibawa ke sini, datang dari pondok, untuk hari Selasa dan Rabu tidak ada tambahan pasien,” ungkapnya saat ditemui Radar Sidoarjo, Rabu (1/10).
Dia menjelaskan, dari total 52 pasien itu, satu pasien meninggal dunia dan satu lainnya dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto. Sementara 10 pasien sempat dirawat inap, namun dua orang sudah diperbolehkan pulang.
Kondisi terparah dialami oleh pasien dengan patah tulang. “Ada yang patah tulang jari kanan, ada yang patah jari kiri, ada yang patah tulang punggung, juga patah tulang kaki,” ungkapnya.
Meski begitu, seluruh pasien yang dioperasi menunjukkan perkembangan positif. Kemungkinan, dalam waktu dekat dapat dipulangkan ke rumahnya.
“Alhamdulillah hasil operasinya bagus, insya Allah kalau tidak ada keluhan bisa segera pulih,” jelasnya.
"Selain perawatan medis, kami juga memberikan pendampingan psikologi, sehingga sekarang sudah lebih tenang, bisa bercerita, dan lebih bersyukur,” tuturnya.
Berdasarkan data keseluruhan, korban didominasi luka ringan dengan jumlah 75 orang. Sementara luka berat sebanyak 22 orang dan meninggal dunia tercatat tiga orang.
Adapun sebaran rumah sakit, RSI Siti Hajar menampung 51 pasien dan RSUD RT Notopuro 39 pasien. RS Delta Surya enam pasien, sementara Klinik BDS Tebel, RSI Sakinah Mojokerto, RS Sheila Medika, dan RS Unair Surabaya masing-masing satu pasien.
Korban sebagian besar berusia remaja. Usia 13 hingga 17 tahun mendominasi dengan total 93 orang. Sementara usia di atas 18 tahun hanya tercatat beberapa orang saja. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista