Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

38 Santri Masih Terjebak Reruntuhan Musala Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Tim SAR Berjibaku Evakuasi

Diky Putra Sansiri • Selasa, 30 September 2025 | 23:54 WIB

AMBRUK: Petugas sedang berupaya mengevakuasi korban yang terjebak, Selasa (30/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
AMBRUK: Petugas sedang berupaya mengevakuasi korban yang terjebak, Selasa (30/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Harapan masih menyala di tengah puing-puing reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Hingga Selasa (30/9) sore, Tim SAR gabungan terus berjibaku menyelamatkan puluhan santri yang diduga masih terjebak di bawah bangunan yang ambruk saat proses pengecoran lantai tiga.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit menyebut, ada sekitar 140 santri yang berada di lokasi saat musala roboh, Senin (29/9) sore. Dari jumlah itu, 102 santri berhasil dievakuasi, sementara 38 santri lainnya diperkirakan masih tertimbun reruntuhan.

“Pagi tadi kami sempat berhasil melakukan komunikasi dengan salah satu santri yang terjebak di dalam reruntuhan. Hal ini menjadi harapan besar bahwa beberapa korban masih dalam kondisi hidup,” ungkap Nanang.

Menurutnya, korban yang sempat diajak berbicara itu langsung diberi suplai oksigen, makanan, dan minuman untuk menjaga kondisi hingga bisa dievakuasi.

"Kami optimis masih bisa menyelamatkan korban lainnya. Proses evakuasi terus berjalan,” tegasnya.

Sejauh ini, dari 11 santri yang berhasil diselamatkan oleh tim SAR gabungan, satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat dibawa ke RSI Siti Hajar Sidoarjo. Secara keseluruhan, tercatat sudah ada tiga santri meninggal dunia dalam tragedi tersebut.

Untuk memperlancar pencarian, area sekitar musala yang ambruk diperluas dan disterilkan dari kerumunan warga. “Petugas sangat sensitif terhadap suara. Karena itu, kami minta masyarakat tidak mendekat atau membuat keributan di sekitar lokasi,” imbuh Nanang.

Meski dua alat berat telah disiagakan, penggunaannya masih menunggu instruksi karena kondisi reruntuhan sangat rawan.

“Risiko bangunan runtuh kembali masih tinggi. Tapi kami tetap berkomitmen melakukan evakuasi seaman dan seterukur mungkin,” jelasnya.

Sementara itu, suasana haru menyelimuti posko darurat yang didirikan di asrama putri Kampus 2 Al Khoziny. Ratusan wali santri menunggu cemas kabar anak-anak mereka. Posko juga dilengkapi dapur umum dan layanan kesehatan untuk keluarga korban maupun relawan.

Penyebab pasti robohnya bangunan berusia 10 bulan itu masih dalam penyelidikan Tim Inafis Polda Jatim. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Santri #Musala #Evakuasi #Ambruk #Buduran