RADAR SIDOARJO - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turun langsung memantau proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Senin (29/9) sore.
Kehadiran Emil di lokasi memberikan dukungan moril kepada tim penyelamat yang tengah berjibaku mengevakuasi para santri.
“Sekarang ini yang memimpin operasi harus yang punya kompetensi, yaitu Basarnas. Pak Didit dari Basarnas jadi komandan, meskipun ada TNI, Polri, BPBD, kabupaten, provinsi, tetap satu komando. Karena operasi ini juga berisiko, mengingat kondisi bangunan masih tidak stabil,” tegas Emil saat ditemui di lokasi kejadian.
Musibah memilukan ini terjadi sekitar pukul 15.30, tepat setelah salat ashar. Bangunan musala tiba-tiba ambruk saat aktivitas santri tengah berlangsung. Akibatnya, puluhan santri menjadi korban.
Hingga kini, sekitar 120 santri telah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Sidoarjo serta rumah sakit terdekat. Namun, masih ada dugaan santri tertimbun reruntuhan, terdengar dari teriakan minta tolong yang keluar dari balik tumpukan bangunan.
Emil memastikan kebutuhan logistik untuk mendukung proses penyelamatan sudah disiapkan.
“Minuman terutama dan oksigen sudah disiapkan. Mudah-mudahan bisa segera diberikan kepada anak-anak yang masih di dalam. Gubernur juga sudah mengkomando suplai logistik, termasuk dapur umum, agar operasional ini berjalan lancar,” tambahnya.
Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, selain Emil, turut hadir Bupati Sidoarjo Subandi, Wakil Bupati Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, hingga Dandim Sidoarjo.
Kehadiran para pejabat ini sekaligus memberikan dukungan moral bagi tim SAR gabungan yang terus berusaha mengevakuasi korban.
Beberapa alat berat didatangkan Pemkab Sidoarjo untuk mempercepat proses evakuasi. Namun, tim tetap berhati-hati karena kondisi bangunan rawan runtuh. Evakuasi dijadwalkan berlangsung tanpa henti hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
Hingga malam ini, suasana di sekitar lokasi masih dipenuhi kepanikan keluarga santri dan warga yang menanti kabar. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta relawan terus berjibaku menyelamatkan para korban yang kemungkinan masih tertimbun. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista