Oleh: Hj. dr. Puput Fiohana, M.Kes., FISQua
Alumnus Magister Administrasi Rumah Sakit,
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga
Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo
RADAR SIDOARJO - Faktanya, hingga minggu ke-33 atau per tanggal 24 Agustus 2025, terdapat 46 Kejadian Luar Biasa (KLB) yang tersebar di 42 kabupaten/kota di 14 provinsi dengan total 3.144 kasus positif (Kemenkes, 2025).
Campak atau “rubeola” merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini sangat menular melalui percikan air liur, kontak langsung, maupun benda yang terkontaminasi virus.
Campak ditandai dengan gejala-gejala seperti demam, batuk, pilek, mata merah, serta ruam khas yang muncul di seluruh tubuh. Sejauh ini, belum ada pengobatan khusus yang ditujukan untuk membasmi virus campak. Namun, salah satu hal yang dapat dilakukan ketika telah terserang campak yaitu dengan meningkatkan imunitas atau daya tahan tubuh melalui asupan nutrisi yang cukup serta istirahat secara teratur.
Penderita campak perlu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A dan C dari buah dan sayuran, makanan dengan kandungan protein tinggi yang mudah dicerna, serta cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan mendukung sistem imun. Vitamin A dipercaya dapat mencegah komplikasi seperti kebutaan dan menurunkan angka kematian pada pasien campak.
Sumber vitamin A diantaranya dapat yang berasal dari hewani, nabati, maupun dari sumber olahan lainnya. Sumber vitamin A yang berasal dari hewani diantaranya adalah hati sapi, ayam, ikan, telur. Sumber vitamin A yang berasal dari nabati diantaranya adalah wortel, bayam, ubi jalar, mangga, labu.
Sumber vitamin C dapat diperoleh dari buah dan sayur. Sumber vitamin C yang dapat diperoleh dari sayur diantaranya adalah: paprika kuning, paprika merah, brokoli, kembang kol, bayam, kale dan tomat. Sedangkan sumber vitamin C yang diperoleh dari buah diantaranya adalah jambu, kiwi, strawberry, dan jeruk.
Baca Juga: Sidak Jalan Ngingas Waru, Bupati Sidoarjo Subandi Targetkan Rampung Tiga Bulan
Penderitacampak juga perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein untuk mempercepat proses pemulihan, diantaranya: dada ayam tanpa lemak, daging sapi tanpa lemak, ikan tuna, salmon, ikan kembung, hati sapi, keju, susu, telur. Maupun protein nabati seperti tahu, tempe. Selain itu, perbanyak minum air putih, istirahat yang cukup serta tetap menjaga kebersihan dengan mandi dan rajin mencuci tangan secara rutin.
Bagi penderita campak untuk menghindari dan meminimalisir penyebaran, maka:
- Hindari kontak langsung dengan orang lain untuk meminimalisir penyebaran penularan infeksi
- Hindari batuk atau bersin sembarangan, tidak menggunakan barang pribadi secara bergantian, misal: handuk, tempat minum, tempat makan, sendok
- Hindari makanan berlemak, berminyak, berkafein agar tidak memperburuk kondisi
- Tidak menggaruk ruam agar tidak terjadi infeksi sekunder.
Selain itu, untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah terjadinya penularan, masyarakat diharapkan dapat rutin menjaga gaya hidup sehat diantaranya mengkonsumsi makanan bergizi penuh nutrisi, olahraga rutin, istirahat yang cukup, serta dapat melakukan imunisasi pada individu sehat untuk mengurangi resiko tertular penyakit campak. (*)
Editor : Vega Dwi Arista