RADAR SIDOARJO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) senilai Rp 4,9 miliar untuk warga Sidoarjo. Penyerahan dilakukan di Pendapa Delta Wibawa, Jumat (22/8). Sidoarjo menjadi daerah ke-27 dari total 38 kabupaten/kota di Jatim yang menerima program tersebut.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bansos tidak hanya bersifat bantuan karitatif, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.
“Salah satunya melalui program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Jawara. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang kehilangan tulang punggung keluarga agar bisa tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Dari total Rp 4,9 miliar, sekitar Rp 3,96 miliar bersumber dari Dinas Sosial Jatim. Dana itu digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, bantuan disabilitas, hingga dukungan bagi buruh pabrik lintas wilayah.
“PKH Plus diberikan kepada 608 keluarga dengan total Rp 1,2 miliar. Untuk penyandang disabilitas dialokasikan Rp 280 juta,” jelas Khofifah.
Selain itu, buruh pabrik lintas wilayah menerima bantuan Rp 1,39 miliar untuk 1.057 penerima. Ada pula bantuan KIP Jawara bagi pelajar putri, penyandang disabilitas, dan pemuda mandiri.
Khofifah menambahkan, bansos juga menyasar kelompok rentan, termasuk lansia. “Kami ingin menjaga ketahanan sosial dan memastikan kesejahteraan lansia serta penyandang disabilitas dengan memberikan alat bantu mobilitas,” katanya.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jatim menyalurkan Rp 920 juta melalui program BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa. “Program ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi desa sehingga desa mampu tumbuh mandiri,” ujarnya.
Tak hanya itu, BUMD Jatim juga menyalurkan zakat produktif sebesar Rp 500 ribu per orang untuk 50 pelaku usaha mikro, termasuk pedagang kaki lima dan gerobakan.
“Kita support agar mereka terhindar dari jeratan pinjol dan rentenir,” pungkas Khofifah. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo