RADAR SIDOARJO - Mencekam, itulah suasana yang menggambarkan ketika Kereta Api (KA) 471A Commuter Line Jenggala relasi Surabaya Pasarturi–Sidoarjo gagal berhenti di Stasiun Sidoarjo, Selasa (19/8) malam.
KA justru terus melaju hingga berhenti darurat di Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat. Dan pihaknya memohon maaf atas adanya kejadian tersebut.
“Pada pukul 19.18 masinis melaporkan bahwa KA 471A telah berhenti dengan aman di kilometer 28+1, petak jalan antara Sidoarjo–Tanggulangin. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Petugas sudah melakukan pengamanan dan memastikan semua penumpang aman,” ujar Luqman ke Radar Sidoarjo.
Meski demikian, KAI menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. Luqman menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi internal.
“Kami terus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Perjalanan kereta lain tetap berjalan normal dan berada dalam pengawasan ketat,” tegasnya.
Namun, kepanikan sempat terjadi di dalam kereta. Lampu yang mendadak padam dan suara teriakan “rem blong” membuat penumpang histeris. Latif, seorang penumpang asal Semarang, menceritakan detik-detik menegangkan itu.
“Awalnya nggak ada tanda-tanda mencurigakan, tapi tiba-tiba listrik mati semua. Penumpang panik, banyak yang lari ke belakang karena ada yang teriak rem blong. Saya sendiri akhirnya memilih turun dan melanjutkan perjalanan naik kendaraan umum ke Sidoarjo,” kata Latif.
Tidak hanya itu, sejumlah penumpang bahkan nekat melompat dari kereta karena panik. Sutaji, warga setempat yang kebetulan berada di sekitar lokasi, menyaksikan langsung kepanikan penumpang.
“Tadi waktu saya baru sampai sini, kereta itu mati lampu. Distarter lagi jalan bentar mati lagi, akhirnya disuruh turun semua. Panik penumpangnya. Banyak yang loncat, ratusan orang bingung tanya arah ke Malang, ke Candi, karena mereka nggak tahu daerah sini,” tandas Sutaji. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista