RADAR SIDOARJO - Universitas Anwar Medika, Balongbendo, Sidoarjo kembali meneguhkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).
Sepanjang Agustus 2025, tim pengabdian turun langsung ke Desa Sumbergede, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, untuk melatih para perempuan desa memproduksi teh herbal.
Kegiatan yang melibatkan kolaborasi lintas program studi, S1 Farmasi, S1 Administrasi Kesehatan, dan S1 Kewirausahaan, ini menggandeng Sekolah Perempuan sebagai mitra utama. Sebanyak 40 peserta, mayoritas ibu rumah tangga, mengikuti pelatihan dengan penuh antusias.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. apt. Arista Wahyu Ningsih, S.Farm., M.Si., menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan wirausaha.
“Melalui pelatihan ini, perempuan tidak hanya belajar menjaga kesehatan keluarga dengan bahan herbal lokal, tetapi juga dapat mengolahnya menjadi produk bernilai jual,” ujarnya ke Radar Sidoarjo.
Selama pelatihan, peserta dikenalkan dengan berbagai bahan herbal yang mudah dijumpai di sekitar desa, seperti jahe, kunyit, serai, temulawak, hingga tanaman pisang kayu. Mereka juga mempraktikkan teknik pengeringan bahan, peracikan formula, pengemasan higienis, serta pemasaran digital sederhana.
Metode pembelajaran dibuat aplikatif dan partisipatif. Peserta tak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung hingga menghasilkan produk teh herbal yang layak konsumsi.
"Saya senang sekali, ternyata mudah membuat teh herbal. Hasilnya bisa diminum sekeluarga, bahkan bisa dijual untuk menambah penghasilan,” ungkap salah satu peserta.
Menurut Dr. Arista, ketersediaan bahan baku yang melimpah dan biaya produksi yang rendah menjadi modal utama bagi para ibu rumah tangga untuk memulai usaha kecil.
Di akhir kegiatan, para peserta juga didorong membentuk kelompok usaha komunitas agar produksi dan pemasaran teh herbal dapat berjalan berkelanjutan.
“Harapan kami, teh herbal Desa Sumbergede bisa berkembang menjadi produk unggulan desa, bahkan mampu menembus pasar lebih luas,” tandasnya. (nas/dik)
Editor : Guntur Irianto