RADAR SIDOARJO - Bahu jalan Desa Pekarungan arah Desa Wilayut dipenuhi tumpukan sampah. Kondisi tersebut terjadi akibat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pekarungan mati suri.
Camat Sukodono Mochamad Solichin mengaku sudah membersihkan sampah tersebut bersama timnya. Terdapat satu pikap penuh sampah yang ia bersihkan dari lokasi.
"TPST Pekarungan dibangun sekitar 10 tahun yang lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), pengelolaannya kemudian dilimpahkan ke pemerintah desa, namun terkendala sarana dan prasarana," ucapnya kepada Radar Sidoarjo, Selasa, (12/8).
Solichin menjelaskan, sampah di bahu jalan dan sawah perbatasan Pekarungan bukan sepenuhnya dari warga setempat. Banyak yang berasal dari warga Wonoayu dan Wilayut yang melintas jalur alternatif saat berangkat kerja ke Taman maupun Surabaya.
"Sampah paling banyak datang dari selatan, Desa Wilayut itu kan perbatasan dengan Wonoayu, sampah-sampahnya dibuang di situ saat berangkat kerja," jelasnya.
Dia terus berupaya melakukan pencegahan dengan pemasangan spanduk larangan dan imbauan rutin ke warga. Pembersihan juga kerap dilakukan secara gotong-royong seminggu atau dua minggu sekali.
"Di Pekarungan, pengelolaan sampah sudah ditangani pihak swasta, warga juga membayar langsung jasa pengangkutan kepada mereka," terangnya.
Terkait rencana menghidupkan kembali TPST, ia menyebut masih berkoordinasi dengan kepala desa. Untuk sementara, sampah akan diangkut secara periodik sambil terus memberikan edukasi ke masyarakat.
“Kami juga akan meminta bantuan DLHK untuk menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo