RADAR SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo mulai melakukan normalisasi Sungai Buntung. Proyek ini menyasar empat titik di wilayah Kecamatan Waru dan Taman yang kerap terdampak banjir saat musim hujan.
Salah satu titik prioritas berada di sepanjang Sungai Bungurasih, Waru. Sejumlah bangunan liar (bangli) yang berdiri di bantaran sungai pun akan ditertibkan demi kelancaran proses normalisasi.
Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menjelaskan bahwa pengerahan alat berat dimulai sejak Sabtu (2/8). “Kami sudah mulai melakukan normalisasi di area Bungurasih. Di lapangan, kami menemukan cukup banyak sampah dan endapan lumpur yang menghambat aliran air,” ujarnya, Senin (4/8).
Baca Juga: Granat Nanas Ditemukan di Tepi Sungai Waru Sidoarjo, Tim Gegana Polda Jatim Lakukan Evakuasi
Total panjang Sungai Buntung yang melintasi wilayah Sidoarjo mencapai sekitar enam kilometer. Saat ini, sebagian besar aliran sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan kurangnya pemeliharaan.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP Sidoarjo dan Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim CKTR) terkait penertiban bangunan liar.
“Penertiban bangli diperlukan agar alat berat memiliki akses masuk ke lokasi normalisasi,” kata Dwi.
Meskipun belum dapat memastikan jadwal pasti penertiban, Dwi menargetkan seluruh proses bisa dilaksanakan secepatnya dalam tahun ini. Pasalnya, Sungai Buntung selama ini menjadi salah satu penyebab utama banjir di kawasan Waru dan Taman.
“Normalisasi ini kami harapkan dapat mengurangi risiko banjir. Pengerukan sedimentasi penting untuk mengembalikan fungsi sungai secara optimal, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista