RADAR SIDOARJO - Dengan semangat membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berakhlak, SMP Negeri 3 Porong, Sidoarjo, menggelar kegiatan Parenting dan Sosialisasi Program Sekolah bagi wali murid kelas 7, 8, dan 9, tahun ajaran 2025/2026.
Mengusung tema “Menjadi Orang Tua Hebat Lahir Generasi Bermartabat,” acara ini digelar meriah di halaman sekolah pada Sabtu (2/8), menghadirkan narasumber pendidikan, Drs. Muflich Hasyim, M.Pd.
Kepala SMPN 3 Porong, Amaliah, SS, M.Pd menegaskan, kegiatan ini menjadi agenda tahunan sekolah. Namun tahun ini, kegiatan tidak hanya melibatkan wali murid kelas tujuh, tapi juga kelas delapan dan sembilan karena menyangkut kesiapan mereka menghadapi berbagai asesmen penting.
“Kami ingin orang tua ikut ambil bagian mendampingi anak-anak menghadapi tantangan pembelajaran. Kelas delapan akan mengikuti Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang dimulai try out pada bulan Agustus dan pelaksanaan di bulan September," katanya.
Menurutnya, siswa kelas sembilan akan menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada Februari hingga Maret. Maka, peran orang tua sangat penting untuk mendukung anak-anak.
Ia menambahkan, kegiatan parenting ini juga merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mewujudkan visi misi SMPN 3 Porong, yaitu berimtaq (iman dan taqwa) berkarakter, berprestasi, dan berbudaya lingkungan.
“Kami juga konsisten menjadi sekolah percontohan dalam gerakan sekolah sehat. Anak-anak kami biasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah. Kalau pun tidak membawa, kantin sekolah sudah tersertifikasi halal dan bahkan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama,” imbuhnya.
Lebih dari itu, masih kata Amaliah, SMPN 3 Porong juga dikenal sebagai sekolah yang menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama.
"Kami mendapatkan penghargaan Sekolah Toleransi dari BrangWetan dan Dinas Pendidikan tahun 2024. Di sekolah ini, siswa beragama Hindu, Katolik, maupun Protestan mendapat perhatian khusus. Kami siapkan guru pendamping dan program spiritual sesuai agama masing-masing. Ini yang membuat para orang tua mantap mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sini,” jelasnya.
Amaliah juga memperkenalkan program Guru Wali, manajemen siswa terbaru yang digagas Kementerian Pendidikan. Setiap guru akan mendampingi sekitar 20 siswa, termasuk para wakil kepala sekolah. Kepala Sekolah juga memperkenalkan Program International World Classroom yang bekerjasama dengan pemerintah Jepang selama satu tahun mulai Januari hingga Desember 2025. Pada liburan kemarin, 16 siswa SMPN 3 Porong juga telah mengikuti Students Summer Excahange Program. Sebuah program berbicara bahasa Inggris dengan murid-murid dari Jepang.
“Kami menerapkan sistem guru wali, bukan hanya wali kelas. Total siswa kami 663 anak, dibagi rata kepada 33 guru, tidak ada yang tidak menjadi guru wali,” ujarnya.
Sementara itu, Drs. Muflich Hasyim, M.Pd selaku narasumber dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap SMPN 3 Porong yang dinilainya sebagai sekolah negeri yang hebat dan memiliki arah visi yang jelas.
“Sekolah ini luar biasa. Meski statusnya sekolah negeri, tapi punya dasar agama yang kuat. Visi misinya jelas: beriman, bertakwa, berkarakter, berprestasi, dan global. Artinya, sekolah ini tidak hanya mencetak siswa cerdas secara akademis, tapi juga santun dan berakhlak,” tuturnya.
Menurut Muflich, pendidikan karakter menjadi pondasi penting untuk masa depan bangsa.
“Tidak cukup hanya pintar, tapi juga harus punya adab. Adab adalah dasar dari ilmu. Anak-anak ini harus dibekali dengan nilai-nilai moral agar siap menghadapi dunia global, namun tetap memegang jati diri,” pungkasnya. (nas/dik)
Editor : Guntur Irianto