RADAR SIDOARJO - Kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Perumahan Makarya Binangun, Desa Janti, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Selasa (22/7) pagi. Rumah tersebut diketahui milik Gatot Marsudi, warga RT 8/RW 3.
Insiden ini membuat warga panik. Gatot ditemukan dalam kondisi pingsan di ruang tamu dan baru bisa dievakuasi setelah warga mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam.
Ketua RT 8/RW 3, Sugeng, membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan bahwa kebakaran bermula sekitar pukul 07.00 saat seorang warga melihat asap tebal membumbung dari dalam rumah korban.
“Warga segera menuju ke rumah Pak Gatot. Saat dicek, memang terlihat asap tebal dan api sudah mulai muncul dari dalam. Tapi pagar dan pintu rumah terkunci, sehingga warga tak bisa langsung masuk,” ujar Sugeng.
Beberapa warga kemudian berinisiatif membuka paksa pagar dan bergotong royong mendobrak pintu rumah. Namun, kondisi di dalam rumah sudah dipenuhi asap pekat sehingga menyulitkan proses evakuasi.
“Ketika berhasil masuk, asap sudah sangat pekat. Jarak pandang hampir nol. Pak Gatot ditemukan pingsan di ruang tamu, diduga karena menghirup asap terlalu banyak. Warga segera mengevakuasinya keluar rumah,” jelas Sugeng.
Sementara itu, anak perempuan Gatot yang juga berada di dalam rumah berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar. Anak tersebut diketahui merupakan penyandang gangguan jiwa (ODGJ). Proses penanganan lanjutan terhadapnya melibatkan Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo.
Api dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam rumah, mulai dari lemari, televisi, hingga sepeda motor Yamaha Mio N 3114 WV dan sepeda onthel. Upaya pemadaman awal oleh warga menggunakan alat seadanya tidak membuahkan hasil.
Komandan Pleton (Danton) Damkar Pos Waru, Sutoyo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dan langsung menerjunkan dua unit armada ke lokasi.
“Kami kerahkan dua mobil pemadam. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam. Meskipun rumah mengalami kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” jelas Sutoyo.
Ia menambahkan, besarnya kobaran api disebabkan oleh banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah, sehingga api cepat menyebar.
“Saat petugas masuk, kondisi dalam rumah sudah dipenuhi material yang mudah terbakar. Itu mempercepat penyebaran api,” tambahnya.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Polsek Waru. Beruntung, kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan penghuni rumah dari maut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista