RADAR SIDOARJO - Kabar penutupan total ruas Jalan Gedangan–Betro selama sebulan untuk proyek betonisasi dipastikan tidak benar. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo menegaskan bahwa proyek akan tetap berlangsung tanpa menutup akses jalan secara keseluruhan.
Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menegaskan bahwa informasi penutupan total tersebut kurang tepat.
“Memang akan ada proyek betonisasi, tetapi tidak akan dilakukan penutupan total,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (7/7).
Menurut Dwi, arus lalu lintas di ruas tersebut tetap dapat dilalui dengan sistem buka-tutup. Skema ini diterapkan agar kendaraan tetap bisa melintas secara bergantian dan untuk meminimalkan kemacetan selama proses pengerjaan.
“Satu sisi jalan akan dikerjakan lebih dulu, sementara sisi lainnya digunakan untuk arus lalu lintas kendaraan,” jelasnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan betonisasi sudah mulai berlangsung, dimulai dari sisi jalan yang berada di tepi sungai, tepat di depan Pasar Gedangan.
Sementara itu, penutupan akses menuju Jalan Raya Jenggolo dari pintu timur Puri Surya Jaya juga diberlakukan. Penutupan ini berkaitan dengan proyek pemasangan drainase yang saat ini tengah dikerjakan.
“Kontraktor sudah mulai bekerja sejak pekan lalu,” imbuhnya.
Dwi menjelaskan, pengerjaan akan dilakukan secara bertahap. Setelah satu sisi selesai, barulah pekerjaan beralih ke sisi jalan lainnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proyek berlangsung.
“Kami mohon maaf atas gangguan selama pengerjaan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan jalur alternatif dari arah Gedangan menuju Betro,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista