RADAR SIDOARJO – Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo untuk meluncurkan layanan bus sekolah gratis pada tahun 2026 mendapatkan tanggapan dari Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih.
Dia menegaskan agar pemerintah daerah juga mempertimbangkan alternatif pemberdayaan angkutan kota (angkot) sebagai sarana transportasi pelajar.
Menurut Nasih, penggunaan bus sekolah cenderung tidak menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah-daerah padat seperti Waru dan Taman. Oleh karena itu, kerja sama dengan angkot dinilai lebih efektif untuk menjamah semua sudut kecamatan di Sidoarjo.
“Kalau pakai bus, tidak semua area bisa dijangkau. Banyak rute yang sempit dan padat, seperti di Waru dan Taman, di mana bus sulit masuk,” ujarnya, Minggu (6/7).
Ia menyarankan agar Dishub bekerja sama dengan pengemudi angkot melalui skema langganan (abonemen). Dalam skema ini, pelajar yang membutuhkan layanan transportasi gratis akan diberikan kupon langganan bulanan, yang kemudian bisa ditukarkan oleh sopir angkot kepada pemerintah sebagai bentuk subsidi.
“Pelajar tinggal tunjukkan kupon langganan selama sebulan, lalu Dishub bisa mengganti biaya tersebut ke sopir angkot yang bekerja sama. Jadi pelajar tetap gratis, angkot juga tetap beroperasi dan produktif,” terang politisi PKB itu.
Tak hanya itu, Nasih juga menekankan pentingnya pembinaan dan dukungan untuk armada angkot, agar lebih layak dan menarik bagi pelajar. Salah satunya melalui program rehabilitasi dan peremajaan angkot agar lebih nyaman dan aman. Bantuan itu bisa melalui program Kurda yang ringan.
“Angkot juga bisa dibina, misalnya diberikan bantuan untuk peremajaan kendaraan. Bantuan Kalau tampilannya menarik, pelajar pasti juga tertarik naik,” imbuhnya.
Ia menilai bahwa solusi ini tidak hanya mendukung kebutuhan transportasi pelajar, tapi juga sekaligus menghidupkan ekonomi para sopir angkot yang selama ini semakin terpinggirkan.
“Ini tentang efisiensi anggaran dan sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal. Kita dorong program yang pro masyarakat dan inklusif. Angkot tersebut juga bisa dinikamti oleh masyrakat tidak hanya pelajar,” tutup Nasih.
Seperti diketahui, Dishub Sidoarjo tengah menyiapkan lima unit bus sekolah berkapasitas 25–30 penumpang yang akan melayani pelajar di sejumlah rute pada tahun 2026. Namun pada tahap awal, cakupan rute masih terbatas dan belum menjangkau seluruh kecamatan di Sidoarjo. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista