RADAR SIDOARJO - Bupati Sidoarjo, Subandi, meninjau langsung proses normalisasi Sungai Mbah Gepuk di Desa Balonggabus, Kecamatan Candi, Jumat (20/6).
Sungai tersebut sebelumnya meluap dan menyebabkan banjir di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Candi hingga Tanggulangin.
Subandi terlihat prihatin melihat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan serta dipenuhi tanaman liar. Kondisi tersebut disebutnya menjadi salah satu penyebab banjir rutin saat musim hujan.
"Kami lihat bersama, sungai yang melintas dari Tanggulangin menuju Candi ini memang perlu segera dinormalisasi," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Ia mengakui, Sungai Mbah Gepuk sudah bertahun-tahun tidak mendapat penanganan serius. Akibatnya, kapasitas sungai menurun dan tak mampu menampung debit air, sehingga meluber ke permukiman warga.
"Ini akan menjadi prioritas kami dalam upaya mengurangi risiko banjir tahunan. Tidak hanya dari dana APBD, kami juga mendapat bantuan dari Pemprov Jatim," jelasnya.
Subandi menyebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengucurkan bantuan senilai Rp 37 miliar untuk proyek normalisasi sungai tersebut.
Selain normalisasi, Subandi juga mengungkapkan rencana pembangunan bendungan di wilayah Kedungpeluk sebagai langkah strategis pengendalian air di kawasan hilir.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, mengatakan bahwa panjang Sungai Mbah Gepuk mencapai enam kilometer.
Fokus awal pekerjaan dilakukan pada aliran dari Ngaban hingga Kedungpeluk.
"Hari ini kami mulai kerjakan. Dua pekan ke depan fokus di segmen Ngaban hingga Balonggabus sepanjang dua kilometer," paparnya.
Normalisasi tahap awal dilakukan secara manual dengan metode pengerukan dan pembersihan tanaman liar. Pekerjaan dimulai dari bawah Pasar Ngaban hingga kawasan Jembatan Balonggabus.
"Kami turunkan tim langsung untuk mengeruk dan membersihkan sepanjang aliran," tambah Dwi Eko.
Mulai Juli mendatang, proyek normalisasi akan dilanjutkan melalui sistem kontraktual, menyasar segmen Jembatan Balonggabus hingga Jembatan Kedungpeluk sepanjang 3,8 kilometer.
"Dengan sistem kontraktual, pengerjaannya diharapkan lebih cepat dan menyeluruh," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista